Ahli Terkemuka Dunia Berkomitmen Bangun Kepercayaan Masyarakat pada Vaksin COVID-19

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sebagai bagian dari Kepresidenan G7-nya, Pemerintah Inggris menyelenggarakan Global Vaccine Confidence Summit atau KTT Kepercayaan Vaksin Global pada 3 Juni 2021.

Global Vaccine Confidence Summit merupakan bagian dari kontribusi Inggris yang lebih luas sebagai Presiden G7 tahun ini untuk mengakhiri pandemi dengan tingkat vaksinasi, aksesibilitas, dan kepercayaan terhadap vaksin sebagai komponen kunci.

Kedutaan Besar Inggris di Jakarta mengatakan bahwa KTT tersebut pertama kalinya menyatukan para ahli global dari seluruh sektor publik dan swasta untuk membangun dan mempertahankan kepercayaan pada vaksin.

Pemerintah Inggris dan Google Cloud juga mengumumkan kemitraan kolaboratif untuk mengembangkan solusi digital baru guna mendorong kepercayaan terhadap vaksin dan mengatasi kekeliruan informasi vaksin yang berbahaya di seluruh dunia.

Data terbaru yang diterbitkan oleh perusahaan jajak pendapat Inggris, YouGov, menunjukkan bahwa Inggris terus menjadi negara teratas dalam hal kesediaan orang untuk menerima vaksinasi COVID-19 atau mereka yang telah divaksinasi, demikian disampaikan dalam rilis Kedutaan Besar Inggris pada Jumat (4/6/2021).

para ahli terkemuka dunia mengemukakan perspektif mereka selama KTT, mengenai tindakan global penting yang dapat diambil oleh pemerintah dan mitra dari lintas sektor untuk mengatasi masalah kepercayaan terhadap vaksin.

"Keyakinan terhadap vaksin adalah tantangan internasional yang memerlukan tindakan internasional. Pada pertemuan Menteri Kesehatan G7 minggu ini, kami akan berbicara mengenai bagaimana mengalahkan pandemi ini di seluruh dunia dan juga bagaimana mengalahkan pandemi misinformasi dan ketidakpercayaan yang dapat menghambat penanganan pandemi di seluruh dunia," kata Sekretaris Negara untuk Perawatan Kesehatan dan Sosial, Pemerintah Inggris Matt Hancock MP - berbicara di KTT.

"Kami meluncurkan, memimpin, dan memperjuangkan 'Global Vaccine Confidence Summit' yang dipimpin oleh 'G7 Global Vaccine Confidence Working Group' dengan misi untuk mempromosikan kepercayaan pada vaksin secara global," jelasnya.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang menunjukkan dukungannya dengan menyampaikan bahwa "Pendorong utama vaksinasi adalah kepercayaan publik. Kepercayaan harus diperoleh. Untuk berhasil memvaksinasi orang-orang di seluruh dunia, pemerintah harus menerapkan berbagai strategi dan menyesuaikannya untuk tiap negara."

"Kami memahami banyak keraguan vaksin yang berarti kami harus tahu apa yang harus dilakukan dan melakukannya dengan segera. Perdebatan di satu negara dapat berdampak pada kepercayaan dan keraguan di negara lain. Dunia adalah tempat yang kecil. Sebagai komunitas global, kita harus memahami bahwa tidak ada yang aman sampai semua orang aman," demikian pernyataan dari Helle Thorning-Schmidt, mantan PM Denmark dan mantan CEO Save the Children International, dan Ketua Bersama Dewan Pengawas Facebook.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Sambutan dari Pakar Penyakit Menular AS Hingga Menteri-menteri Inggris

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

"Jika kita ingin menjangkau miliaran orang dengan vaksin - hingga orang terakhir - kita perlu bertemu orang-orang tersebut dimana mereka berada. Saya percaya bahwa layanan pesan pribadi dapat memainkan peran penting dalam membantu mengakhiri pandemi ini secara global, dan saya bangga akan kemitraan WhatsApp dengan lebih dari 150 organisasi kesehatan untuk menghubungkan para pengguna ke sumber informasi resmi dan untuk menjadwalkan janji temu vaksin mereka," kata Will Cathcart, Kepala Whatsapp.

Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS dan Kepala Penasihat Medis untuk Presiden AS, Dr. Anthony S. Fauci juga berpartisipasi sebagai pembicara di KTT vaksin ini.

Adapun kehadiran Dr. John Nkengasong, Direktur Utama, CDC Afrika yang memperdebatkan keberhasilan dan tantangan relatif dari pembangunan kepercayaan vaksin di AS dan Afrika, dan berbagi pelajaran yang relevan untuk belahan dunia lainnya.

Fauci menyampaikan bahwa "Ilmu pengetahuan berkembang seiring dengan epidemi dan ada kesan bahwa terdapat pesan yang beragam saat pandemi berevolusi. Namun, sains selalu mengoreksi diri sendiri. Bukti baru dan data baru akan mengharuskan kita untuk mengubah pendekatan terhadap pandemi, rekomendasi-rekomendasi, dan juga panduan-panduan".

Menteri Inggris untuk Eropa dan Amerika, Wendy Morton MP menyatakan komitmen berkelanjutan Inggris dan mitra G7-nya untuk mendukung upaya memastikan vaksin dapat diakses, tersedia, dan terpercaya secara global.

Adapun seruan dari Menteri Inggris untuk Digital dan Kebudayaan, Caroline Dinenage MP, yaitu kolaborasi internasional dan lintas sektor yang lebih besar untuk mengatasi ancaman misinformasi.

Kegiatan Kepercayaan Vaksin

Vaksin COVID-19 Pfizer Inc and BioNTech dipotret di Rumah Sakit Anak Rady, San Diego, California, Amerika Serikat, 15 Desember 2020. Vaksin COVID-19 buatan Pfizer telah mendapat otorisasi darurat di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Singapura, dan Meksiko. (ARIANA DREHSLER/AFP)
Vaksin COVID-19 Pfizer Inc and BioNTech dipotret di Rumah Sakit Anak Rady, San Diego, California, Amerika Serikat, 15 Desember 2020. Vaksin COVID-19 buatan Pfizer telah mendapat otorisasi darurat di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Singapura, dan Meksiko. (ARIANA DREHSLER/AFP)

Pemerintah Inggris, pada KTT tersebut mengumumkan ambisi untuk kegiatan kepercayaan vaksin G7 yang dirancang untuk mendukung kerja sama global dan tanggapan yang lebih efektif tentang kepercayaan terhadap vaksin dan juga mengatasi misinformasi secara global.

Tiga kegiatan baru, yaitu:

1. Platform wawasan digital inovatif, yang akan memberikan wawasan global dan lokal, serta tren kepercayaan terhadap vaksin dan juga misinformasi berbahaya yang berusaha melemahkannya. Rincian lebih lanjut akan segera diumumkan.

2. Koalisi beberapa organisasi akademik terbaik dunia untuk memahami 'infodemik' dan mempromosikan ekosistem informasi yang sehat. Koalisi yang disebut IRIS ini merupakan proyek kolaborasi antara Vaccine Confidence Project (London School of Hygiene & Tropical Medicine), University of Cambridge, Sapienza University of Rome, Ca' Foscari University of Venice, City University of London (dan Alan Turing Institute) dan Harvard T.H. Chan School of Public Health.

3. Foto mosaik interaktif yang dibuat dalam kemitraan antara Pemerintah Inggris dan People's Picture, berjudul 'The Luminaries', juga diresmikan hari ini. Dengan menggunakan video dan gambar, foto tersebut menampilkan banyak 'Tokoh Vaksin' global yang menggunakan media sosial untuk membangun kepercayaan pada vaksin, di antaranya para tenaga kesehatan yang berada di garis depan. Platform ini tersedia di situs web khusus dengan rencana untuk menampilkan lebih banyak 'Tokoh Vaksin' dari seluruh dunia selama setahun ke depan.

Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin COVID-19

Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin COVID-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin COVID-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel