Ahli: Video Syur Anggota DPR Hasil Editan  

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat telah meminta dua ahli telematika Ruby Alamsyah dan Abimanyu Wachjoewidajat untuk menganalisis keaslian video porno perempuan yang mirip anggota Komisi Tenaga Kerja, Karolin Margaret Natasha. Dari keterangan dua ahli, video yang beredar awal April lalu ini dinilai hasil editan.

"Di video ada blank spot sebelah kiri. Itu hasil editan," kata Ruby seusai bertemu Badan Kehormatan di komplek parlemen, Selasa, 22 Mei 2012. 

Dalam pertemuan sekitar dua jam itu, keduanya memaparkan hasil analisis metode pengenalan wajah. Namun, dia tak mau menjelaskan apa hasil analisis itu lantaran hal itu kewenangan Badan Kehormatan.

Menurut Ruby, hasil analisis metode ini tak optimal. Alasannya, kualitas video dan resolusi gambar yang dia terima jelek. Hal ini menyebabkan rincian wajah perempuan yang tampak dalam video kurang jelas. 

Untuk memastikan keaslian video, kata Ruby, sebenarnya bisa menggunakan metode pelacakan video. Dengan metode itu, bahkan, bisa dilacak pula siapa pengunggah pertama video ke internet. Metode sama pernah digunakan Ruby kala diminta polisi menyelidiki keaslian video Ariel dan Luna Maya. 

Ruby menyatakan kesiapannya jika diminta Badan Kehormatan menyelidiki keaslian video dengan metode kedua. Namun, dia menyarankan penyelidikan dilakukan bekerja sama dengan Kepolisian. Alasannya, polisi lebih mudah mendapatkan akses menyelidiki pengunggah video. 

Berbeda dengan Ruby, Abimanyu menyatakan belum menganalisi keaslian video. Alasannya, dia baru menerima video dari Badan Kehormatan kemarin malam melalui surat elektronik. Namun, menurut Abimanyu, jika melihat video yang beredar, dia memastikan video itu hasil editan. "Video itu digeser sehingga kepala pria hilang," ujar Abimanyu.

Ketua Badan Kehormatan Muhammad Prakosa mengatakan tidak akan tergesa-gesa menyimpulkan bahwa perempuan dalam video porno itu adalah Margaret. Dua hal yang jadi pertimbangan adalah keaslian video dan kebenaran identitas pelaku di dalam video.

IRA GUSLINA SUFA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.