Ahli Virologi Molekuler I Gusti Ngurah Mahardika: Vaksin Harus Aman dan Berdaya Guna

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Ahli Virologi dan Molekuler Biologi Universitas Udayana Prof I Gusti Ngurah Mahardika menyampaikan, teknologi saat ini memungkinkan penemuan vaksin relatif lebih mudah dan cepat dibandingkan di masa lalu yang memakan waktu cukup lama dan panjang. Kemajuan teknologi diharapkan tak hanya bisa membuat vaksin lebih aman, melainkan juga lebih berdaya guna.

"Dulu, biasanya vaksin didapat dengan mengembangkan agen atau bibir virus yang murni setelah itu diperbanyak dan disiapkan menjadi vaksin. Sekarang, dimungkinkan untuk dilakukan dengan sangat cepat, tidak perlu agen penyakit, tidak perlu virus lagi, karena dapat dibuat sintetis. Jadi dapat dibuat sangat cepat. Zaman dulu perlu waktu yang lama untuk menemukan bibitnya saja," jelasnya dalam Konferensi Pers virtual Tata Cara Menemukan Vaksin di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (2/11/2020).

Mahardika mencontohkan, beberapa penyakit zoonosis--yang ditularkan dari binatang ke manusia--bisa disembuhkan oleh vaksin, seperti rabies dan flu burung.

"Contoh paling klasik adalah penyakit rabies. Vaksin rabies diberikan pada hewan dan juga pada manusia. Kalau pada hewan, vaksin diberikan sebelum terkena rabies, sedangkan pada manusia vaksin diberikan kepada orang yang berisiko kena rabies atau kita sebut pre-exposure. Dan vaksin juga diberikan kepada mereka yang dalam kondisi post-exposure karena digigit oleh hewan yang sudah terjangkit rabies,” paparnya.

Keamanan Vaksin Tetap Menjadi Perhatian

Ia juga mencontohkan penyakit flu burung H5N1 sebagai penyakit lain yang dapat disembuhkan lewat vaksin.

"Tetapi untuk flu burung, yang diberi vaksin hewannya saja. Ada juga influenza yang lain di mana manusia juga mendapatkan vaksin. Penyakit rabies dan flu burung menunjukkan bahwa vaksin merupakan cara terbaik untuk penanggulangan dan mengatasi wabah satu penyakit,” jelasnya.

Anggota tim pengembangan vaksin Merah Putih ini ini menambahkan, walaupun proses penemuan vaksin harus dilakukan dengan cepat dan segera, keamanan vaksin adalah hal penting yang harus menjadi perhatian semua pihak.

"Selain juga jaminan akses vaksin yang murah, dan equitable untuk seluruh masyarakat. Proses regulasi harus cepat dan soal keamanan vaksin tidak ada kompromi sama sekali. Vaksin benar-benar harus aman sebelum digunakan," tegasnya.

Selain faktor keamanan, hal lain yang juga penting menurut Mahardika adalah vaksin yang nantinya dibuat adalah vaksin yang berdaya guna di samping aspek kemurnian vaksin – yang tidak ada cemaran bakteri atau jamur serta isi vaksin harus baku.

Infografis Penerima Vaksin COVID-19

INFOGRAFIS: Urutan Penerima Vaksin Covid-19 di Indonesia (Liputan6.com / Abdillah)
INFOGRAFIS: Urutan Penerima Vaksin Covid-19 di Indonesia (Liputan6.com / Abdillah)

Saksikan juga video menarik berikut ini: