Ahmad Fauzi bawa pulang emas di Peparnas Papua

·Bacaan 1 menit

Atlet asal Kalimantan Selatan Ahmad Fauzi membawa pulang medali emas di nomor lempar cakram F37 putra dengan lemparan sejauh 33,88 meter pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua.

F37 adalah klasifikasi pertandingan paralimpik bagi atlet yang mengalami Celebral Palsy (CP).

Medali perunggu diraih atlet Papua Barat Felix Silau Mahuse dengan lemparan 31,45 meter, sedangkan perunggu diraih Ari Setywan dari Daerah Istimewa Yogyakarta (25,53 meter).

"Ini Peparnas kedua kalinya bagi saya," kata Fauzi, di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Senin.

Baca juga: Kalsel turunkan tujuh atlet lari dan lompat di Peparnas Papua

Di Peparnas 2016 di Jawa Barat, Fauzi mengikuti dua nomor, yakni tolak peluru dan lempar lembing dengan raihan sama, yakni medali emas.

Bahkan, Fauzi juga pernah mengikuti ASEAN Para Games 2017 di Malaysia dengan turun di tiga nomor, yakni lempar lembing, lempar cakram, dan tolak peluru.

"Kemarin di (ASEAN Para Games) Malaysia, dapat emas dari tolak peluru, medali perak dari lempar lembing, dan lempar cakram dapat perunggu," kata atlet berusia 21 tahun itu.

Fauzi adalah satu dari 196 atlet difabel yang berjuang dan berkompetisi dengan segala keterbatasan yang dimiliki dan berhasil membuat Indonesia keluar sebagai juara umum ASEAN Para Games ke-9 dengan mengumpulkan 126 medali emas, 75 perak dan 50 perunggu.

Karena pernah berlaga di ajang internasional, Fauzi dimasukkan dalam kelas elite pada Peparnas Papua yang hanya diperbolehkan mengikuti satu nomor pertandingan.

Fauzi memilih lempar cakram dan ternyata berhasil mengalahkan tujuh atlet dari tujuh provinsi, termasuk rekan sedaerahnya, Khairul Fauzi.

Baca juga: Judo Kalsel baru persembahkan perak dan perunggu di Paparnas Papua
Baca juga: Irma Yunita bawa panahan NPC Kalsel raih medali emas di Peparnas Papua
Baca juga: Kontingen renang Kalsel boyong tiga medali emas di Peparnas Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel