Ahmad Muzani: Kepulangan Habib Rizieq, Insha Allah Sebuah Rekonsiliasi

Hardani Triyoga
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab memunculkan dinamika baru politik Tanah Air. Elite partai politik pun merespons kedatangan pentolan FPI tersebut.

Sekretaris Jenderal DPP Gerindra Ahmad Muzani merupakan salah satu yang merespons positif kedatangan Habib Rizieq. Wakil Ketua MPR itu menilai justru kedatangan pria 55 tahun itu bisa menambah kekuatan persatuan bangsa.

"Kepulangan Habib Rizieq diharapkan bisa menambah kekuatan persatuan kita, beliau orang yang mencintai bangsanya, dan negaranya," kata Muzani, dalam keterangannya, yang dikutip Kamis, 12 November 2020.

Muzani juga menyinggung kepulangan Habib Rizieq yang diharapkan perkuat persatuan sehingga rekonsiliasi bisa muncul. Sejak menetap di Arab Saudi, hubungan Habib Rizieq dengan pemerintah RI memang renggang.

"Kedatangannya insha Allah perkokoh dan akan lebih mempersatukan kita semua, sebuah rekonsiliasi. Kita akan terus menjaga silahturahmi di antara kita, kedatangannya akan memperkokoh kekuatan negara," lanjut Muzani.

Baca Juga: Habib Rizieq Ajukan Syarat Rekonsiliasi, Begini Respons Istana

Menurut dia, saat ini, kondisi negara perlu kekompakan untuk menghadapi pandemi COVID-19. Apalagi, saat ini, ekonomi negara alami resesi sebagai imbas dari pandemi.

"Kedatangan Habib Rizieq diharapkan bisa mendatangkan kekuatan dan energi kita untuk menghadapi situasi yang sulit ini," ujarnya.

Dia mengingatkan kekompakan yang kuat jadi kunci kekuatan untuk mengatasi ujian pandemi ini. Menurutnya, sebagai bangsa besar, Indonesia mesti memperlihatkan budaya saling bantu dan memaafkan.

"Tidak ada bangsa besar yang tidak bersatu, tidak ada bangsa besar yang tidak memaafkan, dan ini cara kita dalam mengelola setiap masalah karena kita adalah bangsa yang besar," jelas Muzani.

Habib Rizieq kembali ke Indonesia setelah 3,5 tahun menetap di Arab Saudi sejak April 2017. Kepergiannya saat itu diduga disangkutpautkan dengan dugaan kasus hukum yaitu chat bersama seorang perempuan bersama Firza Husein. (ren)