Ahmad Yani: Penyelesaian Sampang Harus Libatkan Masyarakat

Jakarta(ANTARA) - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ahmad Yani mengatakan penyelesaikan kasus kekerasan di Sampang, Madura, harus melibatkan masyarakat.

"Penyelesaiannya harus melibatkan masyarakat setempat dan para kiai pesantren," kata anggota Komisi III DPR Ahmad Yani di Senayan Jakarta, Rabu.

Ia menilai kasus kekerasan di Sampang terjadi akibat negara tidak hadir di ruang-ruang publik. Yani dengan tegas mengharapkan pemimpin nasional, yakni Presiden SBY jangan hanya berwacana, namun bekerja.

Yani menegaskan penyelesaian kasus Sampang ini juga harus dilakukan dengan penegakkan hukum yang tegas.

"Harus dilakukan penegakkan hukum yang tegas, tidak pandang bulu. Semua yang terlibat harus diusut," kata Yani.

Selain itu, tambahnya, harus dilakukan rekonsilisasi yang melibatkan semua tokoh setempat dan pemerintah pusat maupun daerah.

Sementara terkait penyataan Presiden SBY yang mengatakan adanya kelemahan dari intelijen, Yani justru meminta Presiden tidak hanya mengkritik.

"Presiden tak cukup dengan mengkritik, tapi benahi juga struktur BIN. Jangan-jangan BIN tak lakukan pekerjaan utamanya," kata Yani.

Selain itu, tambah Yani, Komisi III DPR akan mendorong adanya polisi masyarakat. Menurut Yani, konsep polisi masyarakat adalah dengan melibatkan masyarakat setempat untuk bisa menjadi anggotanya. Dengan demikian maka akan meminimalisir kesenjangan budaya.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.