Ahmadinejad Sebut Israel Akan Lenyap

Liputan6.com, New York: Meskipun telah diperingatkan untuk tidak mengeluarkan pernyataan retorika yang memicu kontroversial selama Sidang Umum PBB, New York, Senin (25/9), Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad tetap melakukannya.

Dilansir Reuters, menjelang dimulainya sesi Sidang Majelis Umum PBB, Ahmadinejad mencetuskan bahwa Israel akan lenyap dari dunia, karena pada hakikatnya negara tersebut tidak mempunyai akar sejarah di Timur Tengah.

"Iran telah ada selama sekitar 7 ribu atau 10 ribu tahun terakhir. Israel telah menduduki wilayah-wilayah itu selama 60 sampai 70 tahun terakhir atas dukungan dan kekuatan Barat. Mereka tak punya akar di sana dalam sejarah," kata Ahmadinejad.

"Kami yakin mereka telah berada di jalan buntu dan mereka sedang mencari cara baru guna mencari jalan keluar dari jalan buntu tersebut. Iran tak akan hancur dengan bom-bom asing," kata Ahmadinejad yang berbicara melalui penterjemah di hotelnya di Manhattan, New, York, AS.

Ahmadinejad menyatakan, dirinya tidak menganggap ancaman Israel untuk menyerang fasilitas nuklir Iran adalah hal yang serius. "Pada dasarnya kami tidak menganggap serius ancaman-ancaman Zionis. Kami memiliki semua alat-alat pertahanan yang akan kami gunakan dan kami siap membela diri kami," tegasnya.

Pernyataan Ahmadinejad tersebut langsung ditanggapi keras oleh Amerika Serikat dan Israel. Juru bicara Gedung Putih Tommy Vietor menyatakan, komentar Ahmadinejad tersebut menjijikkan dan ofensif.

"Kami sudah berkomitmen bahwa keamanan Israel tak akan bisa digoyahkan dan mengapa dunia harus meminta Iran bertanggung jawab atas kegagalannya memenuhi kewajiban-kewajibannya," tegas Vietor.

Duta Besar (Dubes) Israel untuk PBB, Ron Prosor langsung walkout setelah mengetahui pernyataan Ahmadinejad tersebut. Menurutnya, pernyataan Ahmadinejad dalam pertemuan itu memicu aksi walkout oleh Dubes Israel untuk PBB, Ron Prosor. Ahmadinejad adalah sosok yang lebih dari sekadar ancaman.

"Ahmadinejad kembali menunjukkan bahwa dirinya bukan cuma ancaman bagi masa depan rakyat Yahudi. Dia juga berupaya menghapus masa lalu kami. Tiga ribu tahun sejarah Yahudi menjelaskan adanya bahaya nyata jika mengabaikan para fanatik seperti Presiden Iran, khususnya saat dia semakin dekat untuk mendapatkan senjata nuklir," kata Prosor.

Pernyataan terkait Israel ini sudah kesekian kalinya diucapkan Ahmadinejad. Pada tahun 2005, Presiden berusia 55 tahun itu pernah menyebut Israel "tumor" dan mengulangi kata-kata pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini yang menyebutkan bahwa Israel harus "dihapus dari peta". (FRD)