Ahok Cabut BOP Siswa Miskin, Diganti KJP  

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan, pihaknya sedang mengkaji untuk mencabut Bantuan Operasional Pendidikan bagi siswa miskin. "Sekolah negeri dibayar penuh BOP-nya, sementara sekolah swasta yang murah hanya 20-30 persen, kan kasihan sekolah-sekolah swasta yang murah," kata Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 18 Maret 2013.

Basuki mengatakan, hal ini dilakukan dengan pertimbangan agar lebih adil. Ia mengatakan, DKI Jakarta akan membuat semua siswa di sekolah negeri maupun swasta untuk membayar penuh biaya sekolah. Bagi siswa miskin, uang untuk membayar penuh ini berasal dari Kartu Jakarta Pintar (KJP). "BOP-nya kami cabut, jadi bayar via KJP. Siswa yang tidak mampu kami kasih KJP untuk bayar, baru adil kan, ini lagi kami kaji," kata Basuki.

Ia mengatakan, nantinya semua orang bisa membuat laporan evaluasi tentang KJP ini. "Nanti kami buka di website, di bank, di sekolah, semuanya," kata Basuki.

Ia mengatakan, sesama siswa juga harus saling mengontrol satu sama lain. Bahkan, siswa perokok pun akan dicabut KJP-nya. Ia mengatakan, surat keterangan tidak mampu bukan satu-satunya syarat untuk menerima KJP. "Akan ada beberapa pertimbangan untuk terima KJP, termasuk evaluasi dari sekolah," kata dia.

TRI ARTINING PUTRI

Berita terpopuler:

Polisi Tangkap Dua Perusak Kantor Tempo

Titik Rawan Preman Jakarta Timur Ada di Keramaian

Polisi Tembak Mati Polisi Gadungan

Polisi: Penyerangan Tempo Tak Terkait Pemberitaan

6 Wartawan Dianiaya Saat Meliput Kebakaran

Dianiaya Ibu Tiri, DLR Alami Pendarahan Otak

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.