Ahok Cerita Blak-blakan Anaknya Sempat Ingin Pindah Warga Negara

Dusep Malik, Anwar Sadat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menceritakan proses saat dirinya menjalani sidang sebagai terdakwa kasus penistaan agama pada 2016 silam. Menurut Ahok pada saat sidang, suasana rumahnya masih seperti biasa, hanya saja begitu dieksekusi ke Mako Brimob, Depok, barulah keluarganya merasa cukup terpukul.

Keluarganya sempat merasa hukum di Indonesia tidak adil bagi Ahok. Bahkan anak perempuannya, Nathania Purnama sempat memiliki niat pindah kewarganegaraan akibat kecewa lantaran apa yang diputuskan kepada ayahnya.

"Di rumah itu ya biasa-biasa aja kita jalanin aja, nah pas waktu baru masuk mereka agak marah, shock dan stress. Anak cewek saya sempat berpikir mau pindah warga negara lah," kata Ahok dalam video yang diunggah di akun Youtube Ahok 'Panggil Saya BTP' Sabtu 8 Agustus 2020.

Tak hanya Nathania yang kecewa, dua anak laki-lakinya, Nicholas Purnama dan Daud Albeener Purnama juga merasakan hal yang sama. Hal itu sempat membuat Ahok khawatir.

"Si Daud langsung jatuh dan nangis tapi ya akhirnya bisa kita terima, begitu juga ya si Nico. Kita cuma takut dia di-bully kan dia kuliah di UI kan," ujar Ahok.

Namun seiring berjalannya waktu, perundungan yang dikhawatirkan Ahok akan dialami anaknya tidak terjadi. "Ini kan kaya sekolah Daud juga dia ga di bully guru-gurunya juga baik, banyak yang mengatakan papamu ga salah, papamu is a hero jadi anak-anak membangkitkan semangat dia papanya hero," kata Ahok.

Selama di Mako Brimob, kata Ahok, dia banyak belajar banyak hal. Salah satunya bagaimana bisa memaafkan orang lain dan juga berdamai pada diri sendiri.

"Kalau kita kesel sama orang marah nggak mau memaafkan sesak ini, panas banget. Makanya saya bilang kamu kalau nggak mau maafin orang kamu masih tetap marah kamu sakit sendiri," ujarnya.

Dia juga bersyukur pernah merasakan hotel prodeo. "Mesti selalu cari alasan bersyukur dalam tahanan berpikir bersyukur bisa setiap hari dijemur, Senin sampai Jumat di jemur. Kira-kira begitu. Setiap hari olahraga setiap hari tidur 8 jam. Makan tepat waktu," kata Ahok.