Ahok Jadi Wagub DKI, Ini Komentar Anaknya

TEMPO.CO, Jakarta - Putra pertama Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Nicholas, merasa bangga ketika ayahnya dilantik sebagai pendamping Joko Widodo untuk memimpin Jakarta.

Jabatan baru Basuki bakal membuatnya lebih sibuk. Nicholas yakin waktu dengan keluarga akan berkurang. "Pagi-pagi, Papa mengusahakan memimpin doa dulu sebelum kami ke sekolah. Tapi aku bakal jarang main sama Papa," ujar Nicholas di Jakarta, Senin 15 Oktober 2012.

Biasanya, kata Nicholas, Ahok--sapaan Basuki--menyempatkan diri bermain tembak-tembakan dengannya dan kedua adiknya di halaman rumah. Nicholas yang masih duduk di bangku kelas III SMP Pelita Harapan, Lippo Karawaci, itu berharap ayahnya tetap bisa memberi perhatian ke keluarga di sela-sela kesibukannya sebagai wakil gubernur.

Sebagai pejabat daerah Jakarta, Ahok telah disediakan rumah dinas oleh Pemerintah DKI Jakarta. Letaknya di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan. Sebelumnya, rumah dinas itu ditempati mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto.

Namun, rencananya, Ahok memilih tinggal di rumah pribadinya di Pluit, Jakarta Utara. Rumah dinas itu nantinya hanya akan digunakan sebagai kegiatan yang berkaitan dengan tugas Basuki sebagai Wakil Gubernur DKI.

Mengenai kediaman ini, Nicholas pun berkomentar. "Sekarang kami mau melihat rumah Wakil Gubernur di Jalan Denpasar, Kuningan. Tapi kalau boleh memilih, lebih senang tinggal di Pantai Mutiara," kata dia.

SUTJI DECILYA

Berita Lainnya:

AJI Desak Jokowi Hapus Anggaran Untuk Wartawan

Basuki Pilih Tinggal di Pluit daripada Rumah Dinas 

Jokowi Gunakan Mobil Bekas Foke

100 Hari Pertama, Basuki Petakan Transportasi

Begini Pesan PDI Perjuangan Buat Joko Widodo

Jokowi Lanjutkan Proyek Warisan Foke  

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.