Ahok Kaji Larangan Parkir Jl Gajah Mada-Hayam Wuruk

Liputan6.com, Jakarta : Demi menemui  Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok,  gabungan pedagang kaki lima dan juru parkir di Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk rela hujan-hujanan di muka Balaikota. Memprotes penghapusan lahan parkir di sepanjang jalan tersebut yang berdampak pada turunnya omset mereka.

Terkait tuntutan tersebut,  Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok belum menentukan sikap. Kata dia, pihaknya masih melakukan pengkajian. "Sistem perhitungannya itu parkir off stret ada 1.500, on stret 800 unit kendaraan," ujar Ahok di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (6/12/2012).

Dia menambahkan, sistem  parkir di dalam bangunan (off street) dan lahan pinggir jalan (on street) sebenarnya cukup solutif menanggulangi kemacetan yang disebabkan oleh penggunaan badan jalan sebagai tempat parkir. Namun, "faktor sosial nggak dihitung, orang yang parkir di dalam lebih mahal," kata Ahok.

Ditambah lagi, orang Indonesia cenderung malas jalan. "Tidak biasa jalan. Beda dengan Singapura yang parkir di gedung, lalu jalan kaki," kata dia.

Pihak pemerintah provinsi masih mengkaji apakah sistem ini sesuai dengan kondisi di lapangan ke depannya. "Tunggu seminggu lagi,"tukas Ahok.

Aksi demo sebelumnya dilakukan oleh hampir 1.000 orang pedagang dan juru parkir. Mereka berniat menemui Ahok. Namun, Pak Wagub  tak ada di tempat. Dia mengikuti acara lain bersama dengan Presiden Yudhoyono. (EIN)