Ahok Presiden Sampai Gatot Keluar dari KAMI jika Jadi Parpol

Agus Rahmat
·Bacaan 3 menit

VIVA – Perhatian pembaca news di VIVA.co.id pada Senin kemarin, 19 Oktober 2020, tertuju pada beberapa isu besar. Dari masalah Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, hingga Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI.

Isu Ahok ini dilontarkan oleh Jubir Persaudaraan Alumni 212 Nobel Bamukmin. Ia menyebut, bisa saja mantan Gubernur DKI itu menjadi Presiden RI. Tapi menurutnya, akan ada kegaduhan yang sangat besar bahkan diprediksi sampai pertumpahan darah. Soal ini, bertengger di terpopuler pertama berita VIVA.

Terpopuler kedua, pembaca VIVA tertarik menyimak rencana Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, untuk membeli jet tempur F-35 buatan Amerika Serikat. Itu masuk dalam agenda kunjungan Prabowo ke AS. Namun diingatkan, agar pembelian itu harus saling menguntungkan kedua negara.

Di urutan terpopuler ketiga, ada berita mengenai KAMI Jawa Barat. Di mana Presidium KAMI Jawa Barat Sofyan Sjahril, mengakui memberi dukungan dana kepada pendemo Omnibus Law Cipta Kerja di Bandung sebesar Rp12 juta. Tapi bukan dalam bentuk tunai, melainkan dari berupa barang seperti air mineral dan lain-lain.

Masih mengenai KAMI. Kali ini cerita Presidium Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, bertengger di terpopuler keempat. Cerita mengenai ia akhirnya membatalkan janjinya pada cucunya karena memilih aktif di KAMI. Semenjak berdinas, Gatot jarang punya waktu untuk keluarga, hingga ia berjanji saat pensiun ia ingin konsentrasi ke keluarga. Tapi ternyata tidak bisa.

Terpopuler kelima VIVA, masih seputar KAMI dan Gatot. Kali ini, Gatot kembali memberi penegasan bahwa ia akan mundur jika nantinya KAMI yang dideklarasikan bersama-sama sejumlah tokoh seperti Din Syamsuddin, menjadi partai politik.

Berbagai berita terpopuler pertama hingga kelima selama 19 Oktober 2020 itu kami rangkum dalam Round Up, yakni deretan berita-berita terpopuler selama sehari di VIVA.co.id. Berikut 5 berita terpopuler di kanal News VIVA.co.id:

1. Novel Bamukmin: Akan Ada Pertumpahan Darah jika Ahok Jadi Presiden

Novel Bamukmin
Novel Bamukmin

Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin mengatakan, bisa saja Komisaris Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, jadi presiden Republik Indonesia. Tapi, jika benar Ahok jadi presiden, bagi Novel, bisa kemungkinan akan terjadi kegaduhan dan terjadi pertumpahan darah di berbagai daerah di Tanah Air.

Selengkapnya baca di sini.

2. Prabowo Mau Beli Jet Tempur F-35 AS, Anggota DPR Ingatkan Hati-hati

Menhan Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kanan) sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2020). (Foto ilustrasi)
Menhan Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kanan) sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2020). (Foto ilustrasi)

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto disebut berencana untuk membeli jet tempur generasi kelima F-35. Bahkan rencana ini menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam kunjungan Prabowo ke Amerika Serikat (AS) nantinya.

Anggota Komisi I DPR Rudianto Tjen angkat bicara mengenai rencana pembelian jet tempur generasi kelima F-35. Menurut Rudianto, sebelum mengikat diri membeli produk dari negeri Abang Sam, perlu perjanjian tegas yang sama-sama membantu untuk menguatkan pertahanan Indonesia.

Selengkapnya baca di sini.

3. KAMI Jabar Mengaku Sokong Dana Demo Omnibus Law di Bandung

Demo buruh di Bandung tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Demo buruh di Bandung tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat mengungkapkan adanya sokongan dana dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jawa Barat untuk aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat di Bandung pekan lalu senilai Rp12 juta.

KAMI Jawa Barat mengakui adanya dukungan tersebut untuk massa aksi. Presidium KAMI Jawa Barat Sofyan Sjahril menjelaskan, bantuan tersebut diberikan dalam bentuk barang senilai Rp12 juta.

Selengkapnya bisa dibaca di sini.

4. Dirikan KAMI, Jenderal Gatot Batalkan Janjinya ke Cucu Usai Pensiun

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat masih menjabat Panglima TNI
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat masih menjabat Panglima TNI

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menceritakan awal mula dirinya ikut bergabung mendirikan organisasi KAMI usai pensiun dari TNI-AD. Ia bahkan, bercerita tentang melanggar janji yang dibuatnya pada keluarga.

Mantan Panglima TNI ini bercerita bahwa, sebenarnya dirinya sudah memiliki utang yang cukup besar pada keluarganya saat dirinya awal berdinas di TNI-AD. Gatot bahkan mengaku selama berdinas di TNI dirinya tidak memberikan banyak perhatian pada istri dan anak-anaknya.

Selengkapnya baca di sini.

5. Jika KAMI Jadi Partai, Jenderal Gatot: Saya yang Pertama Keluar

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, menegaskan bahwa organisasi yang dibuatnya bersama beberapa tokoh senior di Indonesia tidak dibuat untuk kepentingan politik. Sehingga, tak ada niat untuk mendirikan sebuah partai politik.

Gatot menegaskan bahwa organisasi KAMI didirikan oleh kumpulan orang-orang yang berdasarkan moral, dan jauh dari tujuan politik yang lebih berjuang untuk kekuasaan. Dan KAMI yang didirikan sekarang ini berjuang untuk sebuah nilai.

Selengkapnya baca di sini. (ase)