Ahok: Saya Harap, Masih Punya Nama Baik

·Bacaan 1 menit
Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama memberikan keterangan usai menemui Presiden Joko Widodo di Istana, Jakarta, Senin (9/12/2019). Pertemuan tersebut Presiden meminta agar memperbaiki defisit neraca perdagangan kita di sektor petrokimia dan migas. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Kader PDIP Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyatakan bahwa kebenaran dan keadilan tidak bisa dikompromi. Dia mengatakan ketika menjadi politisi harus sudah siap berkorban untuk kepentingan masyarakat.

"Kita jangan pernah kompromi kalau bicara tentang kebenaran dan keadilan, ketika anda memutuskan jadi seorang politisi, anda sebetulnya sudah siap mengorbankan anda untuk kepentingan orang banyak," kata Ahok di acara Imlekan Bareng Banteng PDIP, Jumat (12/2/2021).

Ikuti cerita dalam foto ini https://story.merdeka.com/2303605/volume- 5

"Kalau anda mau cari kaya, jangan jadi politisi, jadi pengusaha saja punya temen politisi, kira kira ngeledeknya gitu," ucap Ahok.

Menurutnya, ketika sudah memutuskan jadi politisi pada situasi pandemi harus konsisten dan punya komitmen. Ahok mengatakan, reputasi yang baik melebihi kekayaan yang besar.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Punya Nama Baik

"Kalau kamu punya nama yang baik, jujur, bisa kerja, enggak mungkin-lah enggak bisa makan, pasti semua orang akan memperjuangkan kamu, jangan takut miskin tetap berdiri teguh untuk kebenaran, keadilan dan perikemanusiaan, itu yang harus kita lakukan," tegasnya.

"Yang saya rindukan dan saya harapkan dalam hidup saya, saya tetap mempunyai nama yang baik sebagai pejuang nasionalis," tandas Komisaris Utama PT Pertamina ini.

Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan di bawah ini: