Amankah Berbuka Puasa dengan yang Manis?

Rochimawati, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menikmati semangkuk kolak pisang, segelas es campur, es buah hingga aneka makanan manis lainnya. Berbuka dengan hidangan manis diketahui dapat membantu menaikkan gula darah yang turun pasca 14 jam berpuasa.

Namun apakah aman berbuka puasa dengan makanan manis? Spesialis gizi klinik, dr. Putri Sakti, M.Gizi menjelaskan bahwa usai 14 jam berpuasa gula dalam darah mengalami penurunan. Maka dari itu, disarankan untuk berbuka puasa dengan yang manis. Namun, Putri menjelaskan bahwa makanan manis yang dianjurkan dikonsumsi saat berbuka adalah kurma.

"Yang baik seperti disarankan nabi yaitu kurma, walaupun manis masih ada seratnya jadi kontrol gula darahnya baik. Sama buah-buahan juga. Tapi kalau larinya ke kolak, es buah, cendol bukan berarti ga boleh tapi harus pintar mengaturnya porsi frekuensi agar sesekali bisa menikmati hidangan yang setahun sekali ini bisa tetap sehat," kata Putri Sakti dalam program Hidup Sehat TvOne, Rabu 21 April 2021.

Ia menjelaskan, jika mengonsumsi makanan atau minuman manis secara berlebihan juga tidak baik karena dapat meningkatkan gula darah.

"Karena gula darah meningkat begitu konsumsi karbohidrat, apalagi kalau jenisnya sederhana makanya tipikalnya saat buka puasa walaupun sederhana tetap pilih yang ada seratnya. Misalnya kurma. Kalau gula darah naik terlalu cepat ga bagus kalau terjadi setiap hari memicu gangguan kesehatan tubuh," ujarnya.

Putri juga menjelaskan bahwa ketika berbuka puasa masyarakat tidak disarankan makan berlebihan. Hal ini lantaran dapat memicu pencernaan menjadi kurang nyaman.

"Jadi porsi 10 persen dari kebutuhan kita. Bagusnya kecil tujuannya lambung beradaptasi setelah kosong seharian, ketika setelah maghrib makan makanan utama jadi bisa bakar protein sayur yang sehat," kata dia.

Selain itu, jika mengonsumsi banyak makanan seperti makanan manis ketika makan makanan utama dengan gizi seimbang masyarakat sudah kenyang terlebih dahulu sehingga tidak mendapatkan manfaat puasa yaitu menyehatkan.

"Akhirnya ke skip antara karbo, protein malah tidak dapatkan manfaat puasa. Puasa harusnya menyehatkan," kata dia.

Aturan konsumsi kolak dan makanan manis

Untuk berbuka puasa dengan kolak pisang, disarankan Putri untuk tidak dikonsumsi setiap hari. Masyarakat bisa mengonsumsinya dua kali dalam sepekan.

"Frekuensinya jangan tiap hari, divariasi dengan buah seperti jus buah, atau kurma. Sesekali mau makan kolak atau es buah porsinya jangan berlebih usahakan mangkok kecil agar tidak berlebihan ketika memungkinkan," tutur dia.

Untuk porsi kolak pisang, pilih ubi kuning sebanyak 1-2 potong kecil, kemudian pisang dua potong kecil, dan kolang kaling 2 butir.

"Pilih yabg tinggi serat, pisang 2 potong. ubi kuning 1-2 bagusnya pakai kulitnya karena serat kaya vitamin mineral. kolang kaling 2 butir," kata Putri Sakti.