AHY Balas Serangan Moeldoko Terkait Paham Radikal di Internal Demokrat

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menegakan bahwa pernyataan KSP Moeldoko yang menyebut ada tarikan ideologis di tubuh Partai Demokrat adalah kebohongan dan fitnah.

AHY mengaku heran, setelah tiga minggu hanya diam, Moeldoko justru muncul dengan argumen yang menurutnya bohong.

“Kita pikir, setelah lebih dari tiga minggu tidak bersuara, KSP Moeldoko akan mengeluarkan argumen yang bernas, ternyata cuma pernyataan bohong lagi, dan bohong lagi. Bahkan seolah menghasut dengan pernyataannya soal pertentangan ideologi,” kata AHY dalam jumpa pers daring, Senin (29/3/2021).

AHY lantas membantah pernyataan kubu Moeldoko yang menyebut ada paham radikal di tubuh Demokrat.

"Ideologi Partai Demokrat adalah Pancasila. Partai Demokrat juga menjunjung tinggi kebhinekaan atau pluralisme. Ini sudah final. Harga mati, dan tidak bisa ditawar-tawar lagi," ucap AHY.

Dia meminta Moeldoko menjelaskan apa yang dimaksud dengan ‘tarikan ideologis’ di Partai Demokrat. Jika yang dimaksud adalah masalah radikalisme, dia mengklaim justru Partai Demokrat, dengan asas Nasionalis-Religius, menolak ideologi radikal tumbuh-berkembang di Indonesia.

"Tidak ada ruang bagi ideologi radikal baik kiri, maupun kanan,” terangnya.

Tolak Politik Identitas

Sekjen Partai Demokrat versi KLB Jhonny Allen memberikan keterangan pers terkait urgensi KLB Sibolangit di Jakarta, Kamis (11/3/2021). Dalam keterangannya Jhonny mengatakan pengurus versi KLB akan melaporkan AHY ke kepolisian atas dugaan pemalsuan mukadimah AD/ART partai. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Sekjen Partai Demokrat versi KLB Jhonny Allen memberikan keterangan pers terkait urgensi KLB Sibolangit di Jakarta, Kamis (11/3/2021). Dalam keterangannya Jhonny mengatakan pengurus versi KLB akan melaporkan AHY ke kepolisian atas dugaan pemalsuan mukadimah AD/ART partai. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Demokrat, kata AHY, konsisten menolak politik identitas. Ia mencontohkan banyak kepala daerah kader Demokrat yang sangat plural.

"Gubernur Aceh dan Gubernur Papua, yang merupakan kader utama Partai Demokrat, menjadi contoh konkret, bagaimana implementasi Pancasila isu pertentangan ideologi dalam tubuh Partai Demokrat adalah fitnah, hoax, dan tuduhan yang keji,” tambahnya.

Demokrat, kata AHY, justru mempertanyakan ideologi Moeldoko.

"Kami juga patut bertanya, apa sebenarnya ideologi yang dianut oleh KSP Moeldoko? Saya ulangi, Kami juga patut bertanya, apa sebenarnya ideologi yang dianut oleh KSP Moeldoko? Apakah ideologi yang si- fatnya memecah belah, melalui fitnah keji, yang tidak bertanggung- jawab? Tolong dijawab,” pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: