AHY: Kritik Pada Pemerintah Jangan Dianggap Sebagai Perlawanan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan kritik yang dilontarkan partainya bukanlah bentuk perlawanan terhadap pemerintah. AHY menyebut, meski Demokrat berada di luar pemerintahan, namun tetap ingin negara selamat.

"Kita memang berada di luar, tapi kita juga merah putih, karena kita ingin negara kita selamat. Kalau kita memberikan masukan, kritik yang konstruktif, janganlah dianggap sebagai sebuah bentuk perlawanan," ujar AHY pada acara Peringatan HUT ke-20 Partai Demokrat, Kamis (9/9/2021).

AHY menegaskan, sikap kritis Partai Demokrat yang berbeda dari pemerintah bukan untuk mencari panggung politik.

"Semua yang kita lakukan bukan untuk mencari panggung politik, bukan untuk mencari keuntungan politik sesaat, buat apa? Tidak ada gunanya, dan masyarakat punya hati dan pikiran, mereka yang mencari keuntungan politik di masa pandemi juga akan mendapat penilaian tersendiri di masyarakat," katanya.

Selain itu, AHY juga kembali menyinggung perihal para buzzer yang sengaja bekerja menyebar hoaks.

"Saat ini kita hadapi perilaku-perilaku buruk para buzzer yang memang pekerjaan utamanya adalah untuk memproduksi dan menyebarluaskan hoaks politik," ujarnya.

Waspada Buzzer

Demokrat, lanjut AHY, juga menjadi salah satu pihak yang diserang para buzzer. Untuk itu ia meminta semua pihak waspada.

"Mereka (buzzer) sebenarnya adalah perusak demokrasi dan telah memecah belah bangsa. Kita harus waspada dan kita harus berani tegar untuk menghadapi itu semua," pungkasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel