AHY: Saya Salut dengan Saudara Moeldoko

Siti Ruqoyah, Willibrodus
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kembali menyoroti Moeldoko yang ditetapkan menjadi ketua umum dalam acara yang diklaim sebagai kongres luar biasa atau KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara. AHY pun menyindir Moeldoko.

AHY menilai, sikap yang diambil Moeldoko itu tidak masuk di akal sehat. Menurut AHY penggunaan atribut Partai Demokrat dalam KLB di Deli Serdang itu pun tidak ada kewenangannya.

"Saya salut dengan Saudara Moeldoko dan siapa pun yang seolah-olah legitimate dalam KLB ilegal Deli Serdang tersebut, menggunakan jaket Demokrat yang tidak menjadi haknya kemudian menyuarakan bahwa merekalah yang memiliki otoritas sekarang. Saya tidak bisa masuk di akal sehat, tetapi itulah mereka. Itulah sikap dan perilaku mereka," kata AHY di Jakarta Pusat saat pembukaan rapat pimpinan, Minggu 7 Maret 2021.

Tak sebatas itu, AHY juga mengajak seluruh peserta rapat dan para kader Partai Demokrat untuk menilai secara khsusus tindakan Moeldoko itu. Ia yakin, bahwa langkah Moeldoko itu justru semakin memperkuat para kader partai untuk melawan ketidakadilan.

"Saya hanya persilakan kepada seluruh kader utama dan juga konstituen, bahkan masyarakat Indonesia secara luas untuk menilai sendiri apakah perilaku seperti itu bisa ditiru, bisa menjadi tauladan untuk kita semuanya. Silakan dinilai dan mudah-mudahan itu juga akan menjadi kekuatan kita untuk terus berjuang melawan ketidakadilan," imbuhnya.

Ia melanjutkan, bahwa konflik yang terjadi di Partai Demokrat saat ini bukan hanya masalah internal semata. Sebab, ada keterlibatan pihak luar, seperti Moeldoko yang berusaha melakukan kudeta.

"Jadi ini bukan hanya masalah internal partai, semua partai memiliki dinamikanya tersendiri. Ada mereka yang mungkin kecewa, ada mereka yang mungkin sakit hati karena kepentingannya tidak dapat diwujudkan. Itu biasa. Kami juga punya segala instrumen untuk menyelesaikan permasalahan rumah tangga partai. Tapi kali ini sungguh berbeda karena faktor eksternal, yaitu KSP Saudara Moeldoko yang terlibat langsung dan dengan kesadaran penuh mengambil kepemimpinan PD secara tidak sah, secara ilegal, dan secara inkonstitusional," lanjut AHY.

Menurut AHY, penetapan Moeldoko sebagai ketua umum melalui KLB di Deli Serdang tersebut sangat tidak terpuji. "Ya sungguh sesuatu yang tidak terpuji, tidak kesatria, dan memalukan karena jauh dari moral etika dan keteladanan di partai ini," jelasnya.

Sebelumnya, acara yang diklaim KLB Demokrat digelar di The Hill Hotel and Resort, Deli Serdang, Sumut, sejak Jumat, 5 Maret 2021. Kongres itu memutuskan Kepala KSP Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Menko Polhukam Mahfud Md sebelumnya menyampaikan, bahwa pemerintah tidak bisa ikut campur melarang atau mendorong kegiatan yang diklaim KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumut. Mahfud mengatakan hal itu berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Baca juga: Pengakuan Gatot Nurmantyo Diajak Kudeta AHY Demi Jadi Ketum Demokrat