AHY Ungkap Ada Upaya Ambil Paksa PD Libatkan Pejabat Lingkaran Jokowi

Hardani Triyoga
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan ada upaya politik merebut paksa Partai Demokrat yang dilakukan orang lingkaran Presiden Joko Widodo. AHY mengatakan demikian karena isu ini jadi persoalan serius yang akan diketahui publik.

Putra Susilo Bambang Yudhoyono itu menambahkan hal ini sudah dibicarakan dengan pengurus internal Demokrat di kantor DPP, Jalan Proklamasi, Jakarta, Senin, 1 Februari 2021.

"Kami memandang perlu untuk memberikan penjelasan secara resmi tentang duduk perkara yang sebenarnya. Yaitu tentang adanya gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, yang tentu mengancam kedaulatan dan eksistensi Partai Demokrat," kata AHY seperti disampaikan dalam keterangan resminya.

Dia menyebut berdasarkan kesaksian sejumlah pihak diperoleh informasi adanya gerakan ambil alih paksa ini dengan melibatkan pejabat penting di pemerintahan Jokowi.

"Gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo," sebut AHY.

Pun, ia menambahkan bahwa gerakan tersebut juga sudah mendapatkan dukungan dari sejumlah menteri dan pejabat penting di pemerintahan Jokowi. Meski demikian, ia tak mudah percaya dan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

"Karena itu, tadi pagi, saya telah mengirimkan surat secara resmi kepada Yang Terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan ini," ujar AHY.

Kemudian, ia bilang gerakan politik ambil alih paksa yang inkonstitusional ini harus jadi pembelajaran karena bisa menimpa parpol lainnya. Ia menyebut ada laporan dari kader internal menyangkut manuver sejumlah eks kader dan kader aktif dalam persoalan ini.

"10 hari lalu, kami menerima laporan dan aduan dari banyak pimpinan dan kader Partai Demokrat; baik pusat, daerah maupun cabang; tentang adanya gerakan dan manuver politik oleh segelintir kader dan mantan kader Demokrat, serta melibatkan pihak luar atau eksternal partai, yang dilakukan secara sistematis," ujar AHY.

Baca Juga: Usai Hina SBY, Guru Besar USU Sebut AHY Bodoh Sekali