Aipda Patah Saktiyono diduga jadi target pembunuhan sejak lama

MERDEKA.COM. Anggota Satlantas Jakarta pusat, Aipda Patah Saktiyono (55) diduga sudah lama menjadi incaran pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Polisi lalu lintas itu kini mengalami luka setelah ditembak di punggungnya.

"Ada kemungkinan ke arah situ, kalau korban menjadi incaran pelaku kejahatan," kata Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Slamet Riyanto di Mapolres Jakarta Selatan, Sabtu (27/7).

Menurut Slamet, kemungkinan korban sudah diincar sangat kuat. "Masih kita selidiki, kita tunggu pemeriksaan korban. Sebelumnya sedang menangani kasus seperti apa? Punya masalah dengan siapa yang menimbulkan dendam pribadi. Masih banyak kemungkinan," beber Slamet.

Apalagi, dari kronologi kejadian korban yang berangkat tugas dari rumahnya hingga menuju tempat dinas, pelaku sepertinya sudah mengetahui jejak lintas korban. "Sampai saat ini belum bisa diperiksa, masih dalam tahap pemulihan, enggak bolehlah kita langsung periksa," ujar Slamet.

Sementara hasil olah TKP, banyak saksi yang mengaku tidak mendengar suara tembakan. "Pemeriksaan saksi dari olah TKP dari saksi di sekitar lokasi ada bengkel 24 jam, dan dari sekitar waktu kejadian tak pernah mendengar ada letusan senjata," kata Slamet.

Selain itu, dari keterangan sekuriti yang berada tak jauh lokasi juga mengungkapkan hal sama. "Terus ada juga satpam yang di sekitar lokasi juga tak mendengar adanya tembakan," imbuh Slamet.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.