Aiptu LS, kasus rekening gendut polisi Papua yang kedua

MERDEKA.COM. Fantastis, anggota polisi berpangkat Aiptu berinisial LS memiliki dana sekitar Rp 1,5 triliun di rekening miliknya. Kasus LS ini merupakan perkara rekening gendut yang kedua di lingkup Polda Papua.

Menurut Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, kepolisian Papua pernah tercoreng dengan kasus rekening gendut yang melibatkan seorang perwira berpangkat AKBP yang memiliki harta senilai ratusan miliar.

"Sebenarnya cukup banyak anggota polisi yang kekayaannya luar biasa dan jauh melampaui penghasilannya. Kasus (Aiptu LS) ini adalah kasus kedua di Papua. Yang pertama melibatkan seorang perwira berpangkat AKBP dengan kekayaan ratusan miliar. Peristiwa nya sekitar 10 tahun lalu," ujar Neta kepada merdeka.com via pesan pendek, Jakarta, Rabu (15/5).

Neta menyayangkan, kasus perwira yang memiliki harta miliaran itu tidak diproses secara hukum. "Tapi perwira tersebut tidak diproses secara hukum hanya dimutasi dari jabatannya. Sebab itu dalam kasus kedua ini, kita tidak bisa berharap lagi pada Polri untuk mengusutnya," tegas dia.

Menurut Neta, IPW mencatat sudah menjadi rahasia umum di Papua atau wilayah lainnya banyak polisi yang berselingkuh atau menjadi backing bagi pengusaha hitam di bidang perhutanan, pertambangan, perkebunan, perikanan.

Sebelumnya, nama Aiptu LS, personel polisi yang bertugas di Polres Raja Ampat kini ramai diperbincangkan publik. Sebabnya, LS memiliki dana mencapai Rp 1,5 triliunan di rekening miliknya.

Sumber: Merdeka.com

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.