Air Bening Bukan Air Putih

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jombang - Penawaran makanan atau minuman siap saji kian marak dewasa ini. Hal itu bisa membantu ibu rumah tangga dalam menyediakan asupan untuk anggota keluarga. Di sisi lain, perlu diwaspadai juga potensi bahaya dari aspek kesehatan yang dipicu makanan minuman siap saji.

Konsumsi makanan minuman siap saji yang berlebih tentu berbahaya. Masalahnya, penawarannya sungguh menggoda. Khususnya minuman siap saji yang lebih banyak menarik, terutama untuk anak anak.

Saat ini banyak minuman siap saji yang terpampang menggoda di lemari pendingin berembun. Itu memicu sensasi kesegaran saat meminumnya. Anak-anak lebih senang dengan minuman siap saji yang terpampang penuh warna warni dengan kemasan menarik.

Sesuai anjuran pemerintah berdasar banyak penelitian, seharusnya minuman yang kita konsumsi adalah minuman sehat. Dalam prinsip Gizi Seimbang, konsumsi minuman sehat menempati dasar piramida. Minuman yang sehat, tidak hanya melepas dahaga tetapi juga membuat tubuh sehat.

Air minum yang menyehatkan mempunyai tiga syarat, tidak berasa, tidak berwarna dan tidak berbau. Tentu ini adalah air yang kita kenal dengan sebutan air putih. Meski sebetulnya sebutan tersebut harusnya air bening. Air putih adalah air yang berwarna putih.

Air bening ini harus banyak dikenalkan, terutama pada anak anak, juga pada saat hajatan atau suguhan sehari-hari di rumah apabila ada tamu. Memang tidak semua suka tetapi sebagai pelepas dahaga tentu sangat cocok dan juga sehat.

Mulai sekarang sesering mungkin kita suguhkan air bening untuk kesehatan jangka panjang.

(Ani Sulistyani Effendi, jurnalis warga di Jombang, anggota Komunitas Menulis Indonesia)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel