Air Kelapa dan Susu Murni Bisa Sembuhkan Masalah Keracunan?

·Bacaan 2 menit

VIVAKeracunan makanan sering dialami oleh beberapa masyarakat usai mengonsumsi makanan tertentu. Beberapa gejala seperti sakit perut, kram perut hingga muntah dan diare menjadi gejala khas yang sering dialami oleh seseorang ketika keracunan makanan.

Meski begitu sebenarnya apa itu keracunan makanan? Terkait hal itu, drg. Tengku Anisa, MARS dalam program Hidup Sehat tvOne menjelaskan bahwa keracunan makanan itu terjadi lantaran makanan yang akan dikonsumsi tertempel oleh suatu zat yang membuat seseorang sakit, misalnya virus, bakteri atau jamur.

"Sebenarnya makanan itu tidak beracun tetapi karena adanya zat-zat yang menempel pada makanan seperti virus, jamur, bakteri, parasit. Itulah yang menyebabkan terjadinya keracunan makanan," kata dia, Kamis 10 Juni 2021.

Lebih lanjut dijelaskan Anisa bahwa gejala keracunan makanan seperti sakit perut, kram perut, pusing, muntah dan diare tidak langsung muncul ketika sesudah makan. Tetapi bisa muncul satu jam atau bahkan satu hari sesudah mengonsumsi makanan tersebut.

"Keracunan makanan tidak langsung muncul ketika habis makan tetapi bisa muncul satu jam enam jam sampai satu hari setelah kita makan. kita bisa mengidentifikasi keracunan makanan kalau kita BAB dengan konsistensi encer lebih dari 3 kali dalam waktu yang berdekatan, harus diwaspadai," kata dia.

Solusi Atasi Keracunan

Lantas apa yang bisa dilakukan masyarakat jika mengalami keracunan makanan? Terkait hal itu Anisa menjelaskan masyarakat bisa membuat larutan oralit. Sebab, keracunan makanan dapat memicu gejala muntah, diare yang dapat membuat tubuh kekurangan cairan. Maka dari itu, membuat larutan oralit bisa membantu menggantikan cairan dalam tubuh yang hilang.

Untuk membuatnya cukup sediakan 200 hingga 400 ml air hangat, 2 sdm gula dan 1 sdm garam. Campur ketiga bahan dan dikonsumsi. Untu dewasa dalam satu hari larutan oralit dikonsumsi sebanyak 12 kali sedangkan anak-anak sebanyak 6 kali.

"Kalau mau mudah bisa buat langsung 1 Liter air diberikan 8sdm dan 1 sdm garam," kata dia.

Air Kelapa dan Susu Obati Keracunan?

Di sisi lain, Anisa juga membantah jika air kelapa bisa mengobati keracunan makanan seperti informasi yang beredar di masyarakat. Dia menjelaskan bahwa air kelapa bisa dikonsumsi saat keracunan makanan karena air kelapa merupakan salah satu minuman yang mengandung kalium untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.

"Banyak pikir obati keracunan tapi enggak. Benar menggantikan cairan tubuh yang hilang, orang kehilangan cairan muntah diare kehilangan kalium yang cukup banyak. Kalau kehilangan kalium dalam cukup banyak akan membahayakan tubuh karena bisa ganggu irama jantung. Maka perlu air," kata dia.

Selain itu, dia juga membantah jika susu murni dapat mengatasi keracunan.

"Mitos. Kalau belum bergejala (diare, muntah dll) susu baik menetralisir racun. Tetapi ketika ada gejala malah susu akan memperparah," kata dia.

Selain itu, seseorang yang tengah mengalami keracunan dan mengalami diare disarankan untuk mengonsumsi makanan yang tidak padat. Hal ini untuk membantu proses pencernaan.

"Gejala diare gak selera makan, gak disarankan makan padat makan yang mudah dicerna bubur, pisang, sereal," kata Anisa.