Air PDAM Kota Malang Tercemar Solar, Ada Dugaan Kesengajaan

Fikri Halim, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Puluhan ribu pelanggan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang mengeluh karena air yang mereka konsumsi untuk minum dan mandi tercemar solar. Aroma minyak itu muncul sejak Kamis, 12 November 2020.

Usai mendapat keluhan dari masyarakat, Wali Kota Malang, Sutiaji langsung meninjau lokasi di Tandon air Wendit. Sebelumnya, dia juga meminta tim PDAM Kota Malang untuk melakukan analisa dan identifikasi atas pencemaran ini. Penyebabnya, diduga ada di bagian pengisian solar atau mesin pompa air.

"Penyebabnya ada di bagian pengisian solar. Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak, saya meminta Dirut PDAM dan jajarannya untuk segera melakukan pendekatan pada siapa saja yang bertugas di sini sebelum nantinya juga pihak kepolisian akan turun menyelidiki," kata dia, Jumat, 13 November 2020.

Baca juga: PGN Saka Segera Bor Sumur Migas Lapangan Sidayu

Sutiaji mengatakan, dugaan sementara ada unsur kesengajaan dari petugas yang mengisi solar, yang sejatinya untuk bahan bakar menghidupkan pompa air. Sebab, kapasitas penampung solar hanyalah sekitar seribu liter. Namun oleh petugas diisi sebanyak 3 ribu liter solar. Sehingga sebanyak 2 ribu liter solar tersebut tumpah dam mencemari pintu air tiga milik PDAM Kota Malang dan membuat pelanggan resah.

"Kondisi air sudah jernih meski masih berbau, tapi itu akan segera hilang. Saya tegaskan ini bukan kelalaian namun secara teknis ini bukan domain saya (kesengajaan). Kita tunggu nanti dari kepolisian," ujar Sutiaji.

Sutiaji mengatakan, jika ada unsur kriminal dalam pencemaran air PDAM Kota Malang pihaknya menyerahkan kepada penyidikan polisi. Dia pun meminta maaf kepada puluhan ribu warga Kota Malang yang terdampak akibat pencemaran solar di aliran air PDAM Kota Malang.

"Tadi saya cek berkali-kali airnya sudah jernih. Saya mohon maaf pada seluruh warga Kota Malang yang kemarin terganggu. Kami minta kepada pimpinan dari Perumda Tugu Tirta (PDAM) untuk selalu waspada. Masyarakat Kota Malang tidak usah khawatir, ini langsung sudah ada tindakan," tutur Sutiaji.

Sementara itu, Dirut PDAM Nor Muhlas mengatakan, proses penanganan terus dilakukan. Setelah semua rampung, mereka segera mendistribusikan air jernih ke wilayah terdampak. Dia meminta masyarakat untuk bersabar sebab gangguan yang dialami oleh PDAM penanganannya tergolong sulit

"Untuk proses mengalirkan air tidak sebagaimana kita menyambungkan aliran listrik yang sekali sambung langsung semua connect. Kalau air, kemarin sudah ada yang tercemar maka hari ini petugas sudah melakukan flushing untuk menguras air-air yang mungkin masih tercemar di dalam pipa, agar dibuang semuanya. Sehingga pada saat dialirkan air, yang sudah normal ini tidak lagi terkontaminasi air yang sudah tercemar," kata Muhlas.