Air Tercemar Solar, Dirut PDAM Malang Sebut Ada Kesengajaan

Syahrul Ansyari, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVA - Warga Kota Malang dihebohkan dengan aliran air dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang, berbau bahan bakar minyak. Aliran air dari PDAM pada Kamis, 12 November 2020, ternyata tercemar ribuan liter solar. Puluhan ribu pelanggan PDAM pun mengeluhkan kondisi ini.

Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang, Nor Muhlas, mengatakan setelah kejadian itu pihaknya melakukan penyelidikan internal terutama kepada pegawai PDAM. Dia memastikan seluruh pegawai yang berada di tandon air Wendit sudah bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP).

"Evaluasi yang kami lakukan semua petugas sudah menjalankan SOP. Maka saya tidak akan berbicara terlalu dalam mengenai SOP. Karena semua prosedur sudah dijalankan," kata Nor Muhlas, Sabtu, 14 November 2020.

Baca juga: Air PDAM Kota Malang Tercemar Solar, Ada Dugaan Kesengajaan

Nor Muhlas menduga tumpahan 2 ribu liter solar karena campur tangan pihak lain. Tangki untuk mesin pompa air milik PDAM hanya berkapasitas seribu liter.

Namun, pada saat itu tangki diisi 3 ribu liter solar. Hasilnya, 2 ribu liter solar mengalir ke salah satu pintu air dan menyebabkan saluran air ke pelanggan tercemar solar.

"Karena setelah kami lakukan pemeriksaan internal ternyata bukan dari kami. Yang melakukan ini pengisian solar adalah pihak luar. Bisa saja pihak luar tersebut masuk ke ruangan dengan melompati tembok," ujar Nor Muhlas.

PDAM sendiri telah melakukan beberapa upaya agar aliran air ke pelanggan dapat jernih kembali. Salah satunya melakukan, flushing untuk menguras air yang mungkin masih tercemar di dalam pipa, agar dibuang semuanya. Sehingga pada saat dialirkan air yang sudah normal ini, tidak lagi terkontaminasi air yang sudah tercemar.

Namun, untuk mengungkap perbuatan oknum tidak bertanggung jawab ini pihaknya akan melaporkan ke polisi agar segera ditangani sesuai proses hukum. Kemudian untuk meningkatkan keamanan pihaknya akan menambah sejumlah kamera CCTV di obyek vital PDAM Kota Malang agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kami akan melaporkan kasus ini ke kepolisian biar nanti kepolisian yang mengusut. Kami juga akan meningkatkan keamanan dengan menaruh CCTV di beberapa titik," tutur Nor Muhlas.