AirAsia Ambil Alih Operasi Gojek di Thailand

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - AirAsia Digital, lini bisnis digital baru dari AirAsia Group, akan mengambil alih operasional Gojek di Thailand. Keputusan ini diambil setelah adanya kemitraan strategis antara AirAsia Group dan Gojek.

Kemitraan ini diharapkan akan mempercepat ekspansi super app AirAsia Digital di negara-negara Asean, sekaligus memperkuat investasi dan fokus pengembangan Gojek di Vietnam dan Singapura.

Bersamaan dengan pengambialihan operasi Gojek di Thailand, Gojek akan mendapatkan kepemilikan saham di AirAsia Digital. Nilai pasar dari aplikasi tersebut diperkirakan sebesar USD 1 miliar.

Dengan kerja sama ini, kedua perusahaan diharapkan akan dapat mengeksplorasi peluang kolaborasi lainnya di Asia Tenggara sebagai salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia ini.

Dengan pengambilalihan operasi Gojek, super app AirAsia akan melanjutkan penggunaan ekosistem Gojek yang ada untuk mitra driver, merchant, dan pelanggan, sekaligus menawarkan layanan baru. Misalnya layanan pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan barang kecantikan.

Ke depan, selain Kota Bangkok, AirAsia juga berencana memperluas layanan ke Chiang Mai dan Phuket, Thailand.

Diumumkan, aplikasi Gojek akan tetap dapat digunakan pelanggan di Bangkok hingga 31 Juli 2021. Hal ini untuk memastikan keberlangsungan bagi mitra driver dan merchant yang akan diajak bergabung ke dalam super app AirAsia dalam beberapa pekan mendatang.

Seiring kemitraan ini, AirAsia akan bekerja sama dengan tim lokal Gojek Thailand. Tim lokal ini merupakan tim yang mengoperasikan bisnis Gojek selama masa transisi sebelum beralih ke super app AirAsia.

Tentang Bisnis AirAsia

Bos AirAsia Tony Fernandes (Antaranews.com)
Bos AirAsia Tony Fernandes (Antaranews.com)

Kemitraan ini sekaligus memperkuat strategi internasional Gojek yang akan meningkatkan investasinya di Vietnam dan Singapura. Kedua pasar ini akan menjadi sentra pertumbuhan yang kuat untuk bisnis Gojek ke depan.

Nantinya di pasar tersebut, Gojek akan menjalankan sejumlah inisiatif untuk meningkatkan jumlah mitra driver dan mitra merchant, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan meluncurkan produk dan layanan baru.

CEO AirAsia Group, Tony Fernandes, menyampaikan bahwa pengumuman ini merupakan awal kemitraan strategis jangka panjang AirAsia dengan Gojek.

“Dengan mengambil alih bisnis Gojek yang sudah mapan di Thailand, kami berharap dapat mempercepat terwujudnya ambisi bisnis kami untuk menjadi super app penantang terdepan di Asean," kata Tony, dikutip dari keterangan AirAsia.

Tony mengatakan, pihaknya telah memiliki ekosistem digital mumpuni. AirAsia, menurut Tony, juga telah meluncurkan lebih dari 15 bisnis di luar maskapai penerbangan dan layanan lifestyle di platform e-commerce digitalnya di Malaysia.

Tony menyebut, saat ini jadi momen yang tepat untuk merambah tahap selanjutnya. "Menanggapi tingginya permintaan di Asean, kami akan segera menghadirkan penawaran super app kami di seluruh pasar utama kami lainnya, menyusul peluncuran yang sukses di Thailand," tuturnya.

Ke depan, AirAsia akan terus mengembangkan bisnis digital. Ia menyebut, melalui kemitraan ini, visi AirAsia menjadi super app di Asean akan makin cepat terwujud.

Gojek Fokus Investasi di Singapura

Co-CEO Gojek Indonesia Andre Soelistyo (kiri) dan Kevin Aluwi (kanan) menyampaikan strategi Gojek di masa depan di Jakarta, Sabtu (2/11/2019). (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)
Co-CEO Gojek Indonesia Andre Soelistyo (kiri) dan Kevin Aluwi (kanan) menyampaikan strategi Gojek di masa depan di Jakarta, Sabtu (2/11/2019). (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Di sisi lain, CEO Gojek Kevin Aluwi mengatakan, kesepakatan ini jadi salah satu bukti pencapaian tim di Thailand yang sela ini telah mengembangkan dari nol hingga menjadi penyedia layanan yang mempermudah hidup ratusan ribu pengguna.

"Seluruh karyawan kami di Thailand akan terus bekerja sama dengan AirAsia di masa transisi ini," kata Kevin.

Lebih lanjut Kevin mengatakan, AirAsia Digital dan super app AirAsia akan menjadi mitra bagi Goojek karena memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan layanan lebih baik bagi mitra driver dan merchant.

"kesepakatan ini memungkinkan kami memperkuat fokus dan investasi kami di pasar internasional, yaitu Vietnam dan Singapura - pasar yang memberi pengembalian investasi secara optimal dengan peluang pertumbuhan strategis terbaik," kata Kevin.

President of AirAsia Digital, Aireen Omar, mengatakan, kemitraan ini menjadi wujud keberhasilan transformasi digital Air Asia menjadi lebih dari sekadar maskapai penerbangan menjadi super app gaya hidup yang terintegrasi.

Bisnis AirAsia Digital

Aireen mengatakan, AirAsia Digital terdiri dari tiga perusahaan digital. Pertama, super app AirAsia, yang menjadi platform gaya hidup untuk perjalanan, e-commerce, layanan keuangan, pemasok bahan makanan segar, kesehatan, serta produk dan layanan teknologi edukasi.

Kedua, usaha logistik Teleport, yang merupakan e-commerce logistik berkembang yang melayani pengiriman instan dalam waktu 24 jam ke seluruh wilayah Asia Tenggara.

Ketiga, bisnis fintek airasia, BigPay. BigPay saat ini tengah berkembang menjadi bank virtual pertama di Asean.

“Selanjutnya, kami akan mengembangkan lebih banyak inovasi baru untuk mendukung kemajuan era digital dan membuat lebih banyak perubahan positif di kehidupan sehari-hari masyarakat.”

Mewakili investor mayoritas AirAsia Thailand, Asia Aviation Executive Director, Tassapon Bijleveld, menyebut, brand AirAisa sangat kuat di Thailand. Kerja sama ini akan memperkuat ekosistem Gojek, termasuk karyawan, mitra driver, dan mitra merchant.

"Super app AirAsia tidak hanya akan mendukung UMKM dan pemasok bahan segar lokal, tetapi juga akan menciptakan kesempatan bagi para petugas logistik untuk mendapatkan tambahan pendapatan di pasar-pasar yang baru yang segera akan kami luncurkan," katanya.

(Tin/Isk)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel