Airbnb pangkas 1.900 karyawan setelah virus hantam bisnis sewa rumah

Oleh Munsif Vengattil, Joshua Franklin dan Anirban Sen

(Reuters) - Airbnb Inc mem-PHK 25 persen tenaga kerjanya atau hampir 1.900 karyawan, kata startup rental rumah itu Selasa, ketika pandemi COVID-19 membuat bisnis travel global terhenti.

"Bisnis Airbnb terpukul keras, di mana pendapatan tahun ini diperkirakan kurang dari separuh dari apa yang kami peroleh pada 2019," kata pendirinya, Brian Chesky, dalam memo kepada karyawan.

Reuters melaporkan langkah itu sebelumnya pada Selasa. Karyawan-karyawan yang diberhentikan di Amerika Serikat akan mendapatkan gaji pokok 14 pekan ditambah satu pekan tambahan untuk setiap tahun di Airbnb, kata perusahaan tersebut.

Mengingat jutaan wisatawan membatalkan rencana liburan, perjalanan kerja, dan kunjungan keluarganya, Airbnb awal tahun ini mengaku telah mengalokasikan 250 juta dolar AS untuk membantu mengimbangi kerugian yang ditimbulkan para host.

Pada akhir Maret, perusahaan ini pada 2020 menghentikan kegiatan pemasarannya demi menghemat 800 juta dolar AS dan memberi tahu kalangan pekerja bahwa para pendirinya tidak akan menerima gaji selama enam bulan ke depan sementara eksekutif puncak akan mendapatkan penghasilan yang sudah dipangkas 50 persen.

Bulan lalu, Airbnb mengatakan perusahaan ekuitas swasta Silver Lake dan Sixth Street Partners akan menginvestasikan 1 miliar dolar AS di startup ini sehingga meningkatkan cadangan tunainya menjadi sekitar 4 miliar dolar AS.

Dana itu akan digunakan untuk menarik lebih banyak lagi host atau pemilik rumah yang mendaftarkan properti mereka untuk disewakan kepada platformnya, kata Airbnb.