Airbnb sebut model berbagi terbukti 'tangguh' di tengah pandemi

·Bacaan 2 menit

San Francisco (AFP) - Airbnb mengatakan dalam pemberitahuan kepada pasar sahamnya Senin bahwa model berbagi rumahnya terbukti tangguh selama pandemi global setelah membukukan keuntungan untuk triwulan yang baru saja berakhir.

Perusahaan rintisan yang berbasis di San Francisco ini mengeduk laba 219 juta dolar AS dalam tiga bulan yang berakhir September, tetapi tetap saja merugi 697 juta dolar AS dalam sembilan bulan pertama tahun ini di tengah turunnya pendapatan sebesar 32 persen akibat wabah Covid-19 yang menghancurkan sektor perjalanan.

Dalam rilis publik pertama data keuangannya, Airbnb mengatakan model berbagi rumah terbukti "tangguh" dibandingkan dengan model-model lain dalam sektor ini selama krisis.

"Orang-orang ingin keluar dari rumah mereka dan sangat ingin bepergian, namun mereka tak ingin pergi jauh atau berada di lobi hotel yang ramai," sebut dokumen itu. "Platform kami terbukti bisa beradaptasi dalam melayani cara-cara baru untuk bepergian ini."

Pendapatan Airbnb merosot menjadi 2,5 miliar dolar AS dalam sembilan bulan pertama 2020 dari 3,7 miliar dolar AS satu tahun sebelumnya. Kerugiannya selama periode sembilan bulan kira-kira setara dengan level tahun lalu.

Menurut pemberitahuan itu, perusahaan ini umumnya menelan kerugian triwulanan tetapi melaporkan keuntungan pada triwulan ketiga setiap tahun sejak 2018.

Namun Airbnb mengatakan model bisnisnya yang unik terbukti berharga baik bagi tuan rumah maupun pelancong yang mencari lingkungan yang aman selama krisis kesehatan global.

"Kami percaya stabilitas dalam daftar aktif kami menyiratkan ketahanan model bisnis kami yang tidak memerlukan investasi aset tetap dan real estat," kata perusahaan itu dalam pemberitahuan ke pasar modal tersebut.

Perusahaan berusia 13 tahun itu mengatakan wabah Covid-19 "secara material telah mempengaruhi hasil operasional dan keuangan kami baru-baru ini" dan akan terus berdampak.

"Namun, kami percaya bahwa begitu dunia pulih dari pandemi ini, Airbnb akan menjadi sumber penting pemberdayaan ekonomi bagi jutaan orang," kata pemberitahuan tersebut.

Perusahaan itu menyebutkan bahwa pandemi telah "memperkuat bahwa perjalanan adalah keinginan manusia yang abadi, bahkan dalam menghadapi tantangan: dan bahwa orang telah mencari pilihan-pilihan perjalanan yang lebih dekat dengan rumahnya."

"Penawaran Airbnb sangat mampu beradaptasi dengan dinamika yang tengah berubah ini," kata perusahaan itu.

"Kami menawarkan semua jenis akomodasi sehingga para tamu bisa menemukan ruang yang sesuai dengan kebutuhan individu mereka dalam keadaan ini."

Airbnb baru-baru ini menerapkan protokol keamanan baru untuk banyak tuan rumahnya dan mengklaim bahwa listing-listing telah memenuhi pedomannya yang sudah ditingkatkan sehingga lebih aman daripada hotel selama pandemi.

Platform ini sekarang memiliki lebih dari empat juta listing di 220 negara di seluruh dunia dan melayani lebih dari 825 juta pemesanan.

"Kami adalah komunitas yang didasarkan kepada koneksi dan kepemilikan, dan kami akan terus merancang cara baru untuk menyediakannya," kata sebuah surat dari pendiri Airbnb.

"Saat dunia terus berubah, kebutuhan mendasar orang untuk terkoneksi dan kepemilikan tidak akan terjadi. Inilah yang bakal tetap kami fokuskan."

bur-rl/jm