Airlangga apresiasi dukungan dan kerja sama bilateral dengan Singapura

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi Pemerintah Singapura atas dukungan berkelanjutan untuk Indonesia selama pandemi COVID-19, serta kerja sama bilateral kedua negara yang telah berkembang pesat selama masa kepemimpinan Perdana Menteri Lee Hsien Loong.


PM Lee Hsien Loong telah menyerahkan tampuk kursi kepemimpinan Singapura kepada Menteri Lawrence Wong yang terpilih sebagai Pemimpin Partai Aksi Rakyat (PAP) tim generasi keempat (4G) dan pada waktunya akan menjadi penerus sebagai Perdana Menteri Singapura.

“Sebagai mitra utama dalam investasi dan perdagangan, kami berharap dapat meningkatkan perdagangan dan investasi bilateral kami ke tingkat yang lebih tinggi dari sekarang, setelah pandemi terkendali dan karena ekonomi kami terus pulih," kata Airlangga dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan Indonesia terus memperbaiki iklim investasi dan melakukan reformasi seperti melalui Undang-Undang Cipta Kerja dan Sistem Online Single Submission (OSS).


Terkait dengan kerja sama investasi dan perdagangan kedua negara, total aliran modal asing (FDI) dari Singapura pada tahun 2021 tercatat senilai 9,3 miliar dolar AS dengan lebih dari 16.760 proyek. Sementara itu, volume perdagangan bilateral pada tahun lalu mencapai 27 miliar dolar AS.

Sebelumnya dalam kesempatan yang berbeda, Airlangga berbicara di Sesi Dialog 3G (Global Governance Group) dan mendorong anggota 3G untuk memperkuat upaya mengatasi krisis global saat ini di bidang pangan, energi, dan keuangan.


“Sebagai salah satu dari enam anggota Champion Group of the Global Crisis Response Group (GCRG), Indonesia yakin grup tersebut dapat memberikan hasil nyata dan memperkuat kerja sama lebih lanjut di antara negara-negara yang terkena dampak dalam tanggapan bersama terhadap krisis global,” ujarnya.

Isu-isu yang sedang berlangsung ini, kata dia, juga menjadi agenda prioritas untuk Kepresidenan G20 Indonesia tahun ini karena Working Group G20 yang relevan akan menyambungkan hasil mereka dengan program-program GCRG.

“Kami nantikan kehadiran PM Lee di KTT G20 Bali, bulan November mendatang,” ucap dia.

Baca juga: Airlangga dorong anggota G20 kerja sama seimbangkan kepentingan

Baca juga: Airlangga: Kajian dan perbaikan kebijakan modal kuat pengembangan UMKM

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel