Airlangga dorong korporasi peternakan untuk gerakkan ekonomi desa

·Bacaan 2 menit

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong korporasi terintegrasi model klaster peternakan domba agar dapat memutar perekonomian rakyat lebih cepat khususnya di perdesaan.

“Pertama, domba siklusnya lebih pendek. Kedua diharapkan dapat menjadi substitusi dari sapi dan protein hewani, dan selain itu membutuhkan modal kerja yang lebih sedikit sehingga dapat dikelola oleh rakyat,” kata Menko Airlangga dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Kabupaten Garut, Kamis.

Selain untuk memenuhi kebutuhan pangan sebagai sumber protein alternatif bagi masyarakat, pengembangan peternakan domba kambing di Indonesia bertujuan untuk menggerakkan ekonomi pedesaan, korporasi peternakan rakyat, membangun peternakan berbasis budaya, serta menjaga ketahanan ibadah.

Dalam kaitannya ternak domba kambing dengan ketahanan ibadah, salah satunya terletak pada tradisi akikah yang dilakukan umat Muslim. Pangsa pasar industri akikah sendiri tercatat sebanyak 909 ribu ekor per tahun atau mencapai sebesar 14,28 persen dari potensi pasar akikah di Indonesia.

Selain itu, penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha juga turut berkontribusi. Pada 2021 diketahui konsumsi ternak untuk kepentingan kurban tercatat sebanyak 1,03 juta ekor, di mana 72,73 persen diantaranya adalah domba dan 27,2 persen kambing.

Pada kesempatan tersebut, selain melakukan peninjauan atas skema korporasi peternakan terintegrasi model klaster, Menko Airlangga juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat budidaya domba senilai Rp500 juta secara simbolis dari Bank BJB kepada salah satu peternak mitra program korporasi peternakan domba PT Agro Investama.

PT Agro Investama berperan sebagai off taker pada skema korporasi peternakan terintegrasi model klaster (close loop system).

Sementara itu, Pemerintah berperan sebagai fasilitator untuk mempercepat duplikasi dan multiplikasi kegiatan korporasi peternakan yaitu akses bibit unggul, asuransi indukan, infrastruktur penunjang kandang dan RPH, dan pembinaan teknis.

Sedangkan peran lembaga keuangan yakni untuk melakukan program inklusi keuangan bagi peternak. Selanjutnya, Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) berperan untuk melakukan modelling ekosistem usaha.

Pendekatan korporasi peternakan terdiri dari pasar yang memberi insentif harga bagi peternak budidaya, peningkatan skala usaha dan produktivitas ternak, program inklusi keuangan melalui KUR yang adaptif untuk sektor produksi peternakan ditingkat budidaya, sistem usaha peternakan yang terintegrasi dari hulu hilir, serta sustainability usaha peternakan di setiap proses rantai nilai.

Pengembangan korporasi peternakan domba sendiri telah dimulai sejak 2018.

Total realisasi penyaluran pembiayaan perbankan yang sudah bergulir melalui program inklusi keuangan sejak 2018-2020 mencapai Rp19,33 miliar dengan total 354 peternak terdiri dari KUR sebesar Rp14,21 miliar dan Program Kemitraan Bina Lingkungan Rp5,12 miliar dengan tingkat risiko pengembalian kredit nol.

Adapun saat ini, wilayah korporasi peternakan sudah tersebar di Jawa Timur sebesar Rp9,31 miliar yang melibatkan 202 peternak, Jawa Barat sebesar Rp9,625 miliar dari 147 peternak, dan Jawa Tengah sebesar Rp400 juta dari 8 peternak.

Duplikasi program secara bertahap dilakukan di enam provinsi yaitu Jawa Barat, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.


Baca juga: Menteri Airlangga: Pemerintah siapkan KUR Rp283 triliun untuk UMKM

Baca juga: Airlangga sebut keberadaan PLTS dapat turunkan emisi gas rumah kaca

Baca juga: Pemerintah tetap optimalkan TPIN jaga inflasi meski ekspor surplus

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel