Airlangga Genjot Pengembangan Talenta Digital untuk Pemulihan Ekonomi

Mohammad Arief Hidayat, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah menargetkan transformasi digital untuk menciptakan 2,5 juta lapangan kerja baru pada 2025 dengan memanfaatkan momentum pandemi COVID-19 yang mengakselerasi pemulihan ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap, transformasi digital di Indonesia dapat memberi dampak signifikan bagi pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19. Target dari upaya transformasi digital pada 2024 adalah memberikan kontribusi tambahan pertumbuhan PDB hingga 1 persen per tahun, menciptakan 2,5 juta lapangan pekerjaan baru dengan keterampilan kompleks, dan memberikan nilai tambah tinggi.

Selain itu, Airlangga menyebut pemerintah menargetkan tercipta 5.000 perusahaan start-up, 50 persen UMKM yang terdigitalisasi, serta jumlah pengguna internet yang mencapai 82,3% dari total penduduk pada 2024.

"Untuk itu, pengembangan ekonomi digital harus terus kita dorong guna mencapai berbagai target tersebut," kata Airlangga dalam webinar bertajuk “Membangun Ekosistem Digital: Optimalisasi Potensi Ekonomi Digital Indonesia” yang diselenggarakan INJABAR Unpad, Jumat, 23 April 2021.

Menurutnya, pemerintah memperluas wilayah 4G, pengembangan 5G, peluncuran satelit multifungsi SATRIA, serta pembangunan pusat data nasional guna mendorong perluasan ekonomi digital.

"Pemerintah juga terus mendorong pengembangan SDM digital (talenta digital) melalui tiga tingkatan (level), yaitu (1) Basic Digital Skill untuk masyarakat umum sebagai sarana pemanfaatan teknologi digital untuk aktivitas ekonominya,(2) Intermediate Digital Skill bagi pekerja level teknisi dan profesional, dan (3) Advanced Digital Skill untuk tingkat pimpinan/leader (sektor publik dan swasta)," katanya.

Airlangga berharap dengan berbagai upaya transformasi ekonomi melalui integrasi teknologi digital itu dapat menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan visi Indonesia pada 2045 untuk menjadi negara maju. "Hal tersebut telah sejalan dengan arah dan strategi sebagaimana diamanatkan dalam RPJMN 2020-2024," katanya.

Ketua Asosiasi E-commerce Indonesia, Bima Laga, mengatakan target penciptaan 26 juta lapangan kerja sangat mungkin terealisasi. Dia meyakini ekonomi digital di Indonesia berpeluang tumbuh besar dengan adanya sejumlah unicorn dan decacorn asal Indonesia.

"Ini bagaikan snowball. Internet bisa menciptakan perusahaan yang valuasinya besar. Perkembangan ekonomi digital sangat berkembang, meningkat tajam," katanya.

Menurut pengamat ekonomi digital Unpad, Hamzah Ritchi, pemerintah mendukung pertumbuhan ekonomi digital. "Aksesibilitas layanan keuangan, OJK cukup berpihak dengan menggiring adanya sektor produksi yang jadi objek pendanaan," katanya.

Selain itu, dia pun optimistis ekonomi digital akan berkembang pesat sebagaimana yang terlihat dari pembayaran digital yang sudah bukan hal baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, menengah. "Pembayaran menggunakan QRIS banyak sekali di komunitas UMKM," katanya.