Airlangga: Golkar Siap Hadapi Pilkada Kapan pun, Termasuk Jika Digelar 2024

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan partainya selalu siap menghadapi Pilkada kapan pun. Dia juga tak mempersoalkan apabila nantinya diputuskan bahwa pilkada digelar bersamaan dengan pemilu 2024.

"Di tengah polemik penyelanggaraan Pemilu dan Pilkada Serentak tahun 2024, saya ingin menyampaikan bahwa Partai Golkar selalu siap menghadapi pilkada kapan pun. Termasuk pemilu dan pilkada serentak di tahun 2024 nanti," ujar Airlangga saat memberikan sambutan dalam acara Soft Lunching and Public Lecture Golkar Institute, Selasa (2/2/2021)

Menurut dia, fokus Partai Golkar saat ini adalah penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Airlangga menilai saat ini kepentingan bangsa lebih harus diutamakan.

"Bagi Partai Golkar kepentingan bangsa dan negara jauh lebih dikedepankan. Kita harus fokus pada penanganan Covid-19 dan memulihkan ekonomi pascapandemi," katanya.

Dia menyebut Partai Golkar memiliki modal besar untuk keluar menjadi pemenang Pemilu 2024. Hal ini mengingat ada lembaga survei nasional yang menempatkan Partai Golkar di peringkat kedua apabila Pemilu digelar tahun ini.

"Kita sekarang tampaknya sedang memperoleh momentum dan angin yang baik. Momentum ini harus terus kita rawat sehingga Partai Golkar mampu menciptakan gelombang besar kemenangan di dalam pemilu mendatang," jelas Airlangga.

Dia menekankan tekad Partai Golkar tersebut bukan hanya mengejar kekuasaan. Airlangga memastikan partainya akan melanjutkan program-program pembangunan yang telah dilakukan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Kalau Partai Golkar bertekad untuk menjadi pemenang di dalam Pemilu 2024 alasannya bukan terkait dengan kekuasaan semata. Kita ingin merebut kemenangan untuk memajukan peri kehidupan rakyat. Kita akan melanjutkan kerja - kerja besar yang telah dirintis oleh Presiden Bapak Joko Widodo," tutur dia.

Sesuai Jadwal

Sebelumnya, Partai Golkar menginginkan penyelenggaraan Pilkada tetap dilaksanakan pada 2022 dan 2023. Golkar ingin Pilkada dilaksanakan sesuai habisnya masa jabatan gubernur terpilih pada tahun 2017 dan 2018. Sehingga dilaksanakan 5 tahun sekali, bukan pada tahun 2024.

"Kami dari Fraksi Partai Golkar tetap berharap ya bahwa Pilkada itu dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang seharusnya pada tahun 2022 kan ada 101 ya daerah yang Pilkada dan tahun 2023 ada 170. Kami berharap semua itu tetap dilaksanakan sesuai jadwalnya di 2022 dan 2023," kata politisi Partai Golkar Nurul Arifin, Kamis (28/1/2021).

Anggota Komisi I DPR ini khawatir anggaran akan membengkak jika Pilkada serentak dilaksanakan pada 2024. Sebab, ada beban anggaran untuk pelaksanaan Pemilu dan Pilpres 2024.

"Kedua, kami juga mengevaluasi apa yang menjadi keputusan MK Nomor 55 tahun 2019 itu. Itu kan karena begitu banyak petugas penyelenggara yang wafat karena begitu bertumpuknya keserentakan itu jadi membuat penyelenggara juga kelelahan," ucap dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: