Airlangga: Industri tumbuh, tanda pemulihan ekonomi sedang berjalan

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa pemulihan ekonomi sedang berjalan dalam jalur yang benar, seiring dengan kinerja berbagai industri yang tumbuh positif pada kuartal III-2020.

Selain pertanian, pertumbuhan positif sektor industri yang berkontribusi besar terhadap PDB sebesar 20 persen, menjadi tanda bahwa perekonomian Indonesia sudah masuk dalam tahap pemulihan.

Menko Airlangga mencatat bahwa pertumbuhan sektor industri sebesar 5,2 persen (q to q). Sejumlah industri yang menunjukkan pertumbuhan yakni makanan minuman sebesar 4,23 persen, logam dasar 10 persen, barang logam dan optik 8 persen, serta alat angkut 17 persen.

Baca juga: Sri Mulyani: Realisasi anggaran Program PEN sudah semakin baik

"Ini mendukung bahwa pemulihan sudah dalam track yang benar dan kita berharap di kuartal IV akan ada tambahan dorongan, baik dari segi pembiayaan APBN, program pemulihan ekonomi dan investasi," kata Menko Airlangga dalam diskusi virtual yang diselenggarakan BNPB, Senin.

Selain itu, kata dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III juga mengalami perbaikan, meski masih kontraksi sebesar 3,49 persen. Namun jika dibandingkan dengan kuartal II yang mengalami minus 5,32 persen, pertumbuhan ekonomi mengalami perbaikan sebesar 5,05 persen.

Menko Airlangga menjelaskan bahwa saat ini kesembuhan pasien COVID-19 sudah mencapai 84 persen. Pemerintah pun masih melakukan percepatan pemulihan ekonomi dengan efektivitas "gas dan rem" yang seimbang.

Baca juga: Ekonom: Indonesia kecil kemungkinan alami depresi, meski telah resesi

Ia meyakini jika dapat mempertahankan kinerja dalam level yang sama, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2020 diperkirakan dalam jalur positif sebesar 0,6 persen sampai 1,6 persen.

Oleh karenanya, kata Menko Airlangga, pemerintah akan tetap melanjutkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga kuartal I-2021, baik untuk prioritas kesehatan, perlindungan sosial, UMKM, korporasi, hingga bantuan subsidi dan Kartu Pra Kerja.

"Dengan demikian, dukungan untuk menjaga daya beli di tahun 2021 terkait subsidi KUR maupun Kartu Pra Kerja, akan memberikan napas bagi masyarakat," kata Menko Airlangga.

Baca juga: Chatib Basri perkirakan ekonomi RI pulih 2022, pasca-pandemi teratasiBaca juga: Chatib Basri perkirakan ekonomi RI pulih 2022, pasca-pandemi teratasi