Airlangga Jabarkan Bukti Titik Terendah Ekonomi RI Sudah Dilalui

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia telah menyebabkan pembatasan-pembatasan gerak manusia. Sehingga, hal itu berdampak pada pertumbuhan ekonomi di masing-masing negara di dunia.

"Namun demikian, pemerintah menilai bahwa kita telah berhasil melewati titik terendah dalam perekonomian," kata Airlangga dalam telekonferensi, Kamis, 3 Desember 2020.

Baca juga: Polisi Amankan 24 Pemuda di Monas, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Airlangga menjelaskan, keberhasilan Indonesia yang diklaim telah melewati titik terendah perekonomian yang terdampak COVID-19 itu, tercermin dalam pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020 yang minus 3,49 persen.

Meskipun masih terkontraksi, namun Airlangga memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020 yang minus 3,49 persen itu masih lebih baik dibandingkan dengan capaian di kuartal II-2020 yang minus 5,32 persen. "Artinya, pertumbuhan ekonomi nasional sudah berada dalam tren positif," ujarnya.

Oleh karena itu, Airlangga memastikan bahwa kondisi tersebut sudah sejalan dengan perbaikan ekonomi global yang juga sudah mulai terlihat di triwulan III-2020 lalu. Apalagi, dengan adanya kenaikan per kuartal sebesar lima persen, hal itu menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah juga responsif dan adaptif terhadap perkembangan yang ada.

"Kemudian di kuartal keempat konsumsi juga tumbuh sama besarnya dengan kuartal ketiga (2020)," kata Airlangga.

Dia meyakini, perbaikan kondisi ekonomi di kuartal III-2020 tidak lepas dari berbagai kebijakan pemerintah yang dilakukan secara intensif, dalam upaya penanganan pandemi COVID-19 dan upaya pemulihan ekonomi nasional.

Intervensi pemerintah dalam penanganan kesehatan, diyakini telah mendorong kepercayaan yang kemudian berhasil menggerakkan konsumsi masyarakat dan investasi swasta.

Selain itu, lanjut Airlangga, indikasi-indikasi perbaikan ekonomi lainnya juga terjadi pada indikator ekonomi seperti data PMI (purchasing managers index), indeks keyakinan konsumen, indeks penjualan ritel, dan surplus neraca perdagangan.

"Indikasi pemulihan ekonomi menurut aspek pengeluaran juga menunjukkan perbaikan, jika dibandingkan dengan kuartal kedua 2020 lalu," ujarnya.