Airlangga: Kebijakan pemerintah dukung pertumbuhan industri otomotif

·Bacaan 2 menit

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan kebijakan pemerintah terkait pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM-DTP) telah membantu pertumbuhan industri otomotif dalam kondisi COVID-19.

Menurut dia, kondisi yang membaik itu terlihat dari penjualan mobil pada September 2021 yang mencapai 84,11 ribu unit atau naik sekitar 41,5 persen jika dibandingkan periode Februari 2021.

"Untuk mendorong dan mengakselerasi konsumsi, serta peningkatan utilitas industri otomotif, pemerintah melanjutkan perluasan kebijakan relaksasi PPnBM-DTP, sebagai tindak lanjut dari keberhasilan penjualan kendaraan bermotor roda empat hingga hampir 150 persen," kata Airlangga saat membuka pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 seperti dikutip dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan pemerintah telah memutuskan untuk memberikan insentif pengurangan PPnBM 100 persen bagi pembelian kendaraan bermotor roda empat berkapasitas silinder mesin ≤1.500 cc hingga Desember 2021. Serta insentif pengurangan PPnBM dari 25 persen hingga 50 persen untuk kendaraan bermotor roda empat berkapasitas silinder mesin antara 1.501 cc sampai dengan 2.500 cc.

Selain itu, untuk mengatasi permasalahan perubahan iklim, pemerintah telah mempercepat pembangunan infrastruktur energi baru dan terbarukan (EBT) dan pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik/kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBL-BB) dengan mengeluarkan peta jalan industri otomotif nasional dan peta jalan pengembangan Industri KBL-BB.

Sebagai upaya mendukung kebijakan pengembangan KBL-BB tersebut, pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019 tentang PPnBM Kendaraan Bermotor yang mengatur tentang pengenaan tarif berdasarkan tingkat emisi karbon kendaraan bermotor.

Untuk itu, ia memastikan pelaksanaan pameran GIIAS 2021 yang mengusung tema "Wheels to Move" dapat menjadi wadah untuk mendukung pertumbuhan industri otomotif di Indonesia, agar segera kembali bangkit pascapandemi COVID-19 ini, serta menjadi ajang dalam mendukung penurunan emisi karbon pada kendaraan bermotor.

"Pemerintah sangat mendukung acara pameran GIIAS 2021 ini untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional Indonesia. Karena itu, saya mengucapkan selamat dan semoga acara ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, serta mendatangkan banyak manfaat untuk perekonomian Indonesia," kata Airlangga.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengharapkan Indonesia bisa menjadi swasembada kendaraan bermotor dan teknologinya dengan meningkatkan kualitas produk yang diproduksi dalam negeri dan bisa mendongkrak nilai ekspor otomotif untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi pascapandemi.

Pameran otomotif terkemuka GIIAS 2021 menghadirkan sejumlah produk terbaru dari 24 merek kendaraan ternama yang diharapkan akan dapat menjadi penanda kebangkitan ekonomi Indonesia pasca pandemi COVID-19.

Acara pembukaan pameran ini dihadiri juga oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, serta perwakilan dari K/L terkait.

Baca juga: Menko Perekonomian resmi membuka pameran otomotif GIIAS 2021
Baca juga: GIIAS 2021 siap digelar besok dengan protokol kesehatan ketat
Baca juga: Deretan mobil baru yang diperkirakan akan meluncur di GIIAS 2021

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel