Airlangga optimistis ekonomi triwulan IV-2021 tumbuh hingga 6 persen

·Bacaan 2 menit

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2021 akan tumbuh di antara lima persen hingga enam persen.

"Kalau kita mau tumbuh di angka empat persen pada tahun ini, maka di triwulan keempat kita harus memacu menjadi sekitar 5,5 persen sampai enam persen," ujar Airlangga dalam acara BeritaSatu Economic Outlook 2022 secara daring di Jakarta, Senin.

Ia meyakini hal tersebut bisa tercapai karena beberapa indikator baik itu Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur hingga indeks keyakinan konsumen sudah positif, sehingga pada keseluruhan tahun 2021 ekonomi bisa tumbuh empat persen dan meningkat menjadi 5,2 persen di tahun 2022.

Baca juga: BI sebut ekspor dapat bantu ekonomi tumbuh pada triwulan IV-2021

Jika dilihat dari berbagai komponen pengeluaran produk domestik bruto (PDB), seluruhnya menunjukkan pertumbuhan positif baik ekspor, impor, konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah pada triwulan III-2021.

Meski sempat menurun, ia memperkirakan konsumsi rumah tangga akan kembali meningkat pada triwulan IV-2021, begitu pula dengan konsumsi pemerintah.

"Di triwulan ketiga kedua komponen ini tumbuh positif namun turun karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ketat atau level 4 karena adanya varian Delta di bulan Juli, namun sekarang sudah relatif terkendali," ucap dia.

Baca juga: Boy Thohir optimistis ekonomi Indonesia tumbuh menuju negara maju

Dari segi sektoral, Airlangga menuturkan pertumbuhan mayoritas sektor utama tumbuh positif dan konsisten, terutama sektor informasi dan komunikasi sebesar 5,51 persen, jasa kesehatan 14 persen, pertanian 1,31 persen, serta real estat 3,42 persen.

Peningkatan sektor real estat sangat terbantu oleh insentif pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP), yang juga berhasil menggerakan 170 sektor penunjangnya.

Demikian pula industri pengolahan yang tumbuh 3,68 persen dibantu oleh insentif pajak penjualan barang mewah (PPnBM) di sektor otomotif yang juga membuat rantai pasokan bergerak.

"Diperkirakan tahun ini penjualan otomotif bisa kembali ke angka 850 ribu dan ekspornya diharapkan bisa meningkat ke angka 300 ribu," pungkas Menko Airlangga.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel