Airlangga Optimistis Muhammadiyah Mampu Berkiprah lebih Besar dan Mendunia

Merdeka.com - Merdeka.com - Muhammadiyah melangsungkan milad ke-110 pada Jumat (18/11). Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyebut, di usianya lebih dari satu abad, Muhammadiyah sudah memberikan kontribusi besar selama perjalanan Bangsa Indonesia.

Airlangga menuturkan, kader-kader Muhammadiyah bukan hanya ikut memerdekakan Indonesia, tetapi juga mampu mengisinya dengan kiprah-kiprah positif untuk masyarakat.

"Usia 110, adalah usia yang matang bagi Muhammadiyah. Saya optimistis Muhammadiyah mampu memberikan kiprah lebih besar dan lebih mendunia, terutama untuk dakwah Islam, pendidikan dan sosial kemasyarakatan," tutur Airlangga dalam keterangan, Minggu (20/11).

Bahkan, Airlangga menegaskan, kader-kader Muhammadiyah juga telah memberikan kontribusinya dalam bidang politik dan pemerintahan.

Dia berharap, memasuki usia 110, Muhammadiyah tetap terus bersinergi dengan pemerintah untuk mencerdaskan bangsa dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

"Selamat Milad Muhammadiyah, terus berkiprah untuk mencerdaskan masyarakat Indonesia," ujar Airlangga.

Menurut Airlangga, Muhammadiyah adalah salah satu organisasi Islam terbesar yang dimiliki Indonesia dengan segudang prestasi dan kiprah.

Dia juga mengaku kader Muhammadiyah terbuka untuk bergandengan tangan bersama membangun Indonesia dengan berbagai pihak.

"Saya selaku Menko Perekonomian dan Ketua Umum Golkar, memberikan pujian untuk Muhammadiyah yang dengan kiprahnya, memberi kontribusi besar untuk Indonesia. Selamat ber-muktamar. Mari bersama memajukan Indonesia," tutur Airlangga.

Menko Perekonomian ini pun memastikan, seluruh kader Golkar siap bersinergi bersama Muhammadiyah, merealisasikan visi muktamar untuk memajukan bangsa dan negara Indonesia.

Dia menyampaikan Muhammadiyah bukan hanya mampu berkiprah maksimal di dalam negeri. Bahkan Muhammadiyah juga mulai memasuki dunia global dengan berbagai kebijakan dalam dakwah yang dilakukannya.

Airlangga berharap Muhammadiyah bisa terus bersinergi dengan pemerintah, terutama dalam menghadapi tantangan global ke depan. Terutama terkait tantangan arus globalisasi, revolusi teknologi informasi, serta ancaman berbagai krisis.

"Saya yakin, Muhammadiyah dengan kader-kader intelektualnya mampu berkontribusi untuk menjadi solusi dari berbagai ancaman yang akan datang. Terutama, potensi badai krisis pangan dan energi yang bisa mengancam Indonesia," tuturnya.

Dia berharap, kepengurusan yang terpilih dari muktamar ke-48 tetap menjaga sinergi dan kerja sama dengan berbagai pihak, terutama pemerintah. [cob]