Airlangga: Presiden minta penyesuaian tarif ekspor kepada Jepang

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden RI Joko Widodo telah meminta penyesuaian tarif ekspor atas sejumlah produk perikanan dan hortikultura dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Jepang Kishida Fumio di Tokyo, Jepang, Rabu.

"Terkait dengan Indonesia, tentu masih ada beberapa isu terkait dengan ekspor di bidang perikanan maupun produk-produk hortikultura. Ini yang diminta Presiden untuk disesuaikan dengan negara-negara ASEAN lain atau sama dengan nol," kata Airlangga dalam keterangan secara daring yang dipantau di Jakarta, Rabu malam.

Airlangga memberikan contoh ekspor tuna dari Indonesia ke Jepang masih terkena tarif sebesar 7 persen, kemudian ekspor dari pisang maupun nanas masih diberi regulasi bea masuk 10 hingga 20 persen.

"Bahkan, yang dinolkan hanya diberikan kuota untuk 1.000 ton ke bawah," jelas Airlangga.

Dalam pertemuan, kata Airlangga, Indonesia juga meminta kepada Jepang agar ada fleksibilitas terhadap ekspor buah manggis, terutama dalam hal percobaan ekspor komoditas itu ke Jepang.

Terkait dengan hal tersebut, kata dia, PM Jepang Kishida Fumio menjanjikan akan ada pendampingan teknis agar memudahkan ekspor dari Indonesia.

Baca juga: Indonesia giat membangun kerja sama di tengah situasi penuh rivalitas
Baca juga: Presiden Jokowi dan Ibu Negara mendarat di Seoul

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel