Airlangga: Realisasi dana PEN terus meningkat, capai Rp172 triliun

·Bacaan 1 menit

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) hingga 11 Mei 2021 sudah mencapai Rp172,35 triliun.

Usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, Airlangga menjabarkan realisasi itu meningkat Rp49,01 triliun dari realisasi kuartal I atau akhir Maret 2021.

Total dana negara yang dianggarkan untuk program PEN pada tahun ini mencapai Rp699,43 triliun.

"Ini sudah 24 persen dari (total) pagu anggaran tahun ini," kata Airlangga.

Hingga 11 Mei 2021, kenaikan pencairan anggaran terjadi di beberapa sektor yaitu kesehatan dengan realisasi Rp24,9 triliun atau 14,2 persen dari total pagu Rp175,22 triliun.

Kemudian, sektor perlindungan sosial telah terealisasi Rp56,79 triliun atau 37,8 persen dari total pagu Rp150,28 triliun dan program prioritas mencapai Rp21,8 triliun atau 17,6 persen dari total pagu Rp123,67 triliun.

Selanjutnya, anggaran untuk dukungan UMKM dan korporasi terealisasi Rp42,03 triliun atau 21,7 persen dari total pagu Rp193,5 triliun dan anggaran insentif usaha Rp26,83 triliun atau 47,3 persen dari total pagu Rp56,72 triliun.

Khusus untuk percepatan penyaluran perlindungan sosial, Airlangga menjelaskan pencairan anggaran untuk program keluarga harapan (PKH) mencapai Rp13,8 triliun atau 48,19 persen dari total anggaran Rp28,71 triliun.

"Kemudian, program kartu sembako 38,2 persen atau Rp17,24 triliun. Selanjutnya, bantuan sosial tunai 98,39 persen atau Rp11,8 triliun dan bantuan langsung tunai desa sebesar 17,41 persen atau Rp2,51 triliun," papar Airlangga.

Baca juga: Menteri Teten nilai program PEN mampu jaga UMKM di tengah pandemi
Baca juga: Menko Airlangga ungkap tiga kunci jaga pemulihan ekonomi
Baca juga: Menko Airlangga paparkan realisasi Anggaran PEN hingga April

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel