Airlangga: RI Salah Satu Negara G20 yang Mampu Tangani COVID-19

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) meyakini kemampuan Indonesia dalam menangani Pandemi COVID-19. Ini karena jumlah penyebaran yang mampu terus ditekan dan tingkat kesembuhan terus naik.

Ketua KPC PEN, Airlangga Hartarto mengatakan, per Maret 2021, persentase kasus aktif COVID-19 di Indonesia mencapai 10,5 persen dengan tingkat kesembuhan 86,79 persen atau hampir 90 persen.

Di sisi lain, dari sisi pertumbuhan ekonomi, dia melanjutkan, pada 2020 hanya terkontraksi sebesar minus 2,07 persen. Jauh lebih baik dari negara-negara yang tergabung dalam G20.

"Ini lebih baik dari triwulan sebelumnya dan Indonesia kita lihat Indonesia jadi salah satu negara G20 yang mampu menangani COVID dan masih menjaga pertumbuhan ekonomi," kata Airlangga yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian secara virtual, Jumat, 12 Maret 2021.

Baca juga: Negara-negara Hentikan Vaksinasi AstraZeneca, Australia Tak Cemas

Untuk itu, Airlangga menekankan, pemerintah akan terus menjaga momentum pemulihan ekonomi terjaga mulai tahun ini. Salah satunya dengan menggencarkan proses vaksinasi.

"Anatara lain pemerintah fokus memulihkan kepercayaan publik dengan vaksinasi. Hingga pekan pertama pada 2021 telah diberikan kepada 2,3 juta orang dan dosis kedua kepada 1,1 juta orang," tegas dia.

Sebagai informasi, Data Satuan Tugas (Satgas) 11 Maret 2021 menunjukkan penambahan 5.144 kasus baru COVID-19. Penambahan itu menyebabkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 1.403.722 orang.

Di samping itu, terdapat penambahan 8.170 pasien sembuh dari COVID-19. Dengan demikian, total pasien COVID-19 yang sembuh sampai saat ini berjumlah 1.224.603 orang sejak awal pandemi.

Namun demikian, tercatat juga ada 117 orang yang tutup usia setelah dinyatakan positif virus corona. Dengan begitu angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia tercatat sebesar 38.049 orang.

Baca juga: Usai Kecelakaan Maut, Polisi Larang Kendaraan Berat Lewat Tanjakan Cae