Airlangga: RI Terbaik dari Segi Kontraksi dan Penanganan COVID-19

Mohammad Arief Hidayat, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah masih yakin bahwa arah kebijakan yang telah dilakukan selama ini benar, baik dalam proses penanganan COVID-19 maupun dalam upaya memulihkan ekonomi Indonesia dari dampak pandemi itu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan itu terbukti dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 yang telah membaik menjadi minus 3,49 persen dari kuartal II-2020 minus 5,32 persen.

Jika proses perbaikan ekonomi tersebut bisa dipertahankan, Airlangga memperkirakan bahwa pada kuartal IV-2020 ekonomi akan mampu masuk ke jalur positif dengan kisaran pertumbuhan -1,6 persen sampai 0,6 persen.

"Akan minus 1,6 sampai positif 0,6 berarti apa yang dilakukan pemerintah seluruhnya sudah dalam jalur yang benar atau on the right track," ujarnya, Senin 9 November 2020.

Pada tahun 2021, dia juga meyakini ekonomi makin pulih ke arah pertumbuhan rata-rata tahunan selama ini, yakni 5 persen. Pertumbuhan 2021 itu juga sudah diproyeksi berbagai lembaga internasional.

"Tentu kita melihat 2021 pertumbuhan kita akan mencapai seperti apa yang disampaikan World Bank, ADB, IMF bahwa pertumbuhan ekonomi kita disekitar 5 persen," ujar mantan Menteri Perindustrian itu.

Sementara itu, dari sisi penanganan COVID-19 , Airlangga mengklaim tingkat kesembuhan COVID-19 sudah 84 persen, meskipun tingkat kematian sedikit di atas global. Itu tak terlepas dari kebijakan gas-rem yang seimbang.

"Kalau kita lihat di negara ASEAN, Indonesia yang terbaik baik dari segi kontraksi di mana kita jauh di atas Singapura, Malaysia seputar tiga kuartal terakhir dan juga terkait recovery penangan COVID-19," lanjut Airlangga. (ren)

Baca: Uji Sistem Imun, Lansia Rela Sengaja Terinfeksi COVID-19