Airlangga sebut 201 proyek dan 10 program PSN selesai pada 2024

·Bacaan 2 menit

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan terdapat 201 proyek dan 10 program dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan diselesaikan hingga 2024 dengan nilai investasi lebih dari Rp4.817,7 triliun.

“Dalam upaya mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional pemerintah terus gencar melaksanakan pembangunan infrastruktur,” katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Airlangga menyatakan pembangunan Bendungan Sukamahi di Kabupaten Bogor merupakan salah satu PSN yang ditargetkan selesai pada 2021 dengan estimasi volume total tampungan 1,7 juta m3 sehingga mampu mereduksi banjir Ibu Kota sebesar 12 m3/detik.

Sebagai bendungan kering (dry dam) pertama di Indonesia, progres pembangunan fisik Bendungan Sukamahi telah mencapai 75 persen.

“Bendungan Sukamahi ini tentunya diharapkan mampu memberikan peran strategis, baik dalam perspektif mitigasi bencana maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Airlangga menjelaskan pembangunan Bendungan Sukamahi dan 12 bendungan lain yang ditargetkan selesai pada 2021 merupakan langkah mitigasi bencana banjir sejalan dengan rekomendasi kebijakan dari Dewan Sumber Daya Air (SDA) Nasional.

“Kita telah menetapkan bersama bahwa salah satu rekomendasi kebijakan Dewan SDA Nasional adalah terkait upaya penyusunan strategi, program, dan kegiatan pengurangan risiko banjir,” tegasnya.

Bendungan-bendungan tersebut diharapkan memberikan kontribusi besar terhadap penyediaan air bersih, pengendalian banjir, pembangkit listrik tenaga air, serta peningkatan irigasi pertanian untuk mendukung program ketahanan pangan dan food estate.

“Saat ini program food estate masih difokuskan di Provinsi Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara namun di kemudian hari akan dikembangkan di provinsi lain setelah Perpres tentang Food Estate ditetapkan oleh Bapak Presiden,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Airlangga menekankan agar Kementerian/Lembaga terkait perlu meningkatkan koordinasi dan integrasi penyelesaian berbagai isu termasuk mengenai bencana banjir.

Hal ini perlu terus disinergikan dalam upaya debottlenecking yang dilaksanakan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).

Ia pun mengingatkan bahwa Presiden Joko Widodo selalu memberi arahan untuk melaksanakan pembangunan yang efisien, berdampak besar untuk masyarakat, dan dapat meningkatkan daya ungkit perekonomian.

“Demikian pula dengan pembangunan Bendungan Sukamahi ini, saya harapkan dapat selesai dengan tepat waktu dan efisien, serta manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat secara optimal,” tegasnya.