Airlangga Sebut 60 Persen Penambahan Kasus Aktif Covid-19 Terjadi di Luar Jawa-Bali

·Bacaan 1 menit
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin Rakor bersama Kepala Daerah, Ketua DPRP, Forkompimda, dan Kepala OPD Provinsi Papua, di Jayapura-Sabtu (4/9/2021). (Sumber ekon.go.id)

Liputan6.com, Jakarta Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penambahan kasus aktif Covid-19 sebagian besar merupakan dari wilayah luar Jawa-Bali.

Hal ini pun menjadi dasar untuk dilakukan perpanjangan PPKM di luar Jawa-Bali hingga 20 September 2021.

"Kemudian kalau dilihat dari segi kasus aktif luar Jawa ini dari 155.519, kontribusinya 60 persen," kata Airlangga dalam konferensi pers, Senin (6/9/2021).

Lanjut dia, untuk penurunan kasus aktif Covid-19 di luar Jawa-Bali yang paling signifikan yakni di Provinsi Nusa Tenggara. Yakni berkurang mencapai 73,76 persen.

Selanjutnya untuk tingkat kesembuhan di luar Jawa-Bali mencapai 90 persen atau sedikit dibawah nasional yang 92,94 persen.

"Kemudian kasus kematian di luar Jawa-Bali 2,99 persen di bawah standar nasional yang sedikit lebih baik yaitu 3,29 persen," kata Airlangga.

Yogyakarta Turun

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan terdapat sejumlah wilayah di Jawa-Bali mengalami penurunan level PPKM. Salah satunya yakni Yogyakarta.

"Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil turun ke level 3. Sementara Bali kami perkirakan Butuh waktu satu minggu lagi," kata Luhut dalam konferensi pers, Senin (6/9/2021).

Kata dia, untuk Bali dikarenakan adanya perawatan pasien Covid-19 yang masih tinggi. Hal tersebut telah dikomunikasikan Luhut dengan Gubernur Bali.

"Saya sudah komunikasi dengan Gubernur Bali untuk kita ramai-ramai mengatasi masalah ini," jelas dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel