Airlangga Sebut LPI Sudah Dapat Komitmen Investasi Rp85,4 Triliun

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 2 menit

VIVA – Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) akan menjadi salah satu solusi pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi pada 2021. Karena itu, komitmen investasi terus didorong pemerintah melalui implementasi Undang Undang Cipta Kerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada US$6 miliar atau Rp85,4 triliun (kurs Rp14.236 per dolar AS) komitmen investasi yang masuk ke LPI. Investasi itu berasal dari Amerika Serikat dan dan Jepang.

Baca juga: Mendag Lutfi Fokus Bikin Barang Indonesia Laku di Luar Negeri

Hal itu disampaikan Airlangga dalam diskusi Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Bertajuk 'Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Peningkatan Kinerja Sektor Keuangan dan Investasi Pemerintah' secara daring, dikutip Rabu 23 Desember 2020.

"LPI telah memperoleh komitmen investasi dengan total dana US$6 miliar. RPP LPI yang tengah disusun, bertujuan untuk mengelola dana investasi dari luar negeri dan dalam negeri sebagai sumber pembiayaan dan mengurangi ketergantungan dana jangka pendek," ujarnya.

Lembaga keuangan yang telah menandatangani komitmen untuk berinvestasi ke LPI pada akhir November 2020 adalah The United States International Development Finance Corporation (DFC) sebesar US$2 miliar. Lalu, The Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebesar US$4 miliar.

Airlangga optimistis, 2021 jadi tahun peluang dan tahun pemulihan ekonomi nasional serta global. Berbagai stimulus ekonomi bagi dunia usaha dan masyarakat pun telah diberikan.

Seperti program penempatan dana dan penjaminan kredit yang telah mendorong aktivitas di sektor keuangan dan riil. Kemudian, program perlindungan sosial juga telah membantu menjaga daya beli masyarakat selama masa pandemi.

Pemerintah pun lanjut Airlangga, berkomitmen untuk melanjutkan program PEN dengan alokasi anggaran sebesar Rp372,3 triliun pada 2021. Sehingga, PEN akan berkesinambungan tahun depan.

"Alokasi anggaran ini telah disiapkan untuk mendorong percepatan implementasi program yang mendukung penciptaan lapangan kerja,” tuturnya.

Airlangga mengatakan, daya saing daerah juga akan ditingkatkan dengan memperkuat penyelarasan kebijakan pajak dengan pemerintah pusat. Dukungan insentif anggaran bagi pemda diberikan untuk mendukung pelaksanaan kemudahan berusaha.

"Dengan berbagai kombinasi kebijakan ini maka diharapkan ekonomi Indonesia dapat tumbuh di kisaran 4,5 hingga 5,5 persen di tahun 2021 dengan inflasi tetap terjaga di kisaran 3 persen,” ujarnya.