Airlangga: Sektor pelayaran harus adaptasi dengan transformasi digital

·Bacaan 2 menit

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sektor pelayaran dan kepelabuhanan harus beradaptasi dengan transformasi digital agar dapat menghadapi tantangan setelah COVID-19.

"Ekonomi digital tumbuh menjadi kekuatan baru dan diyakini dapat terus tumbuh lebih besar. Sektor pelayaran dan kepelabuhanan diharapkan harus segera beradaptasi dengan transformasi ini," kata Airlangga dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, adaptasi ini diperlukan agar sektor pelayaran dan kepelabuhanan dapat menghadapi tantangan yang sebelumnya terjadi berupa terganggunya supply chain logistic.

Hal ini disebabkan oleh peningkatan permintaan kapal logistik antar negara, persediaan kontainer yang terbatas, serta pelabuhan internasional yang mengalami bottleneck.

Dalam upaya menerapkan digitalisasi kepelabuhanan dan memperbaiki kondisi logistik di Indonesia, pemerintah pun telah membangun National Logistic Ecosystem (NLE).

Baca juga: SPIL dorong penetrasi digitalisasi pelayaran di 10 wilayah

Ekosistem ini akan menyelaraskan arus lalu lintas barang dan dokumen baik internasional maupun domestik yang berorientasi pada kerjasama antar instansi pemerintah dan swasta, melalui pertukaran data, simplifikasi proses, penghapusan repetisi dan duplikasi, serta didukung oleh sistem teknologi informasi yang mencakup seluruh proses logistik terkait dan menghubungkan sistem-sistem logistik yang telah ada. Dengan demikian, eksportir dan importir hanya perlu melakukan transaksi melalui sebuah platform daring NLE.

"Dengan NLE, diharapkan dapat terjadi efisiensi pemrosesan logistik dan penurunan biaya logistik nasional yang ditargetkan turun dari 23,5 persen menjadi sekitar 17 persen pada tahun 2024 sebagaimana tercantum dalam Perpres Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Penataan Ekonomi Logistik Nasional," imbuhnya.

Baca juga: Digitalisasi pelabuhan diharapkan dukung RI jadi tujuan investasi

Selain membangun NLE, upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital adalah melalui pembangunan infrastuktur digital, mulai dari pembangunan jaringan fiber optic Palapa Ring dan penyediaan Base Transceiver Station (BTS), pengembangan akses internet dan ekosistem TIK, perluasan akses 4G dan 5G hingga pembangunan satelit multi fungsi Satria yang direncanakan akan mulai beroperasi tahun 2023.

Transformasi digital juga membutuhkan talenta digital yang kompeten sebagai pelaksananya. Untuk itu, pemerintah juga telah menggelar berbagai program simultan untuk meningkatkan jumlah talenta digital di Indonesia, seperti Digital Talent Scholarship yang menyediakan 100 ribu beasiswa per tahun, Program Kartu Prakerja yang bisa dimanfaatkan untuk upskilling atau reskilling di bidang digital oleh para pencari kerja, serta Insentif Super Tax Deduction kepada industri yang turut melaksanakan kegiatan vokasi.

“Dengan demikian kita mendorong perkembangan tidak hanya pada infrastruktur kapal dan pelabuhan, tetapi secara pararel juga terbangunnya infrastruktur digital,” ucap Menko Airlangga

Baca juga: Luhut dorong ASDP terapkan digitalisasi seluruh pelabuhan

Baca juga: IPC dorong pemanfaatan platform layanan digital pelabuhan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel