Airlangga: Sinergi erat pemerintah dan BI ciptakan stabilitas ekonomi

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara halal bihalal Bank Indonesia (BI) mengatakan sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan bersama masyarakat selama pandemi berhasil menciptakan stabilitas perekonomian serta membangkitkan optimisme ke depan.

Stabilitas tersebut terlihat dari perekonomian Indonesia yang tumbuh hingga 5,01 persen (yoy) pada triwulan I 2022, dengan saat yang bersamaan laju inflasi terkendali pada level yang rendah dalam rentang target inflasi tahun 2022 yakni 2-4 persen.

“Pada Ramadhan ini Indonesia dapat menjaga laju inflasi dan terendah dari negara-negara lain, yang mendorong pertumbuhan ekonomi dalam dua kuartal terakhir dan optimisme ke depan. Tentu ini menunjukkan kebijakan yang diambil baik makro maupun mikro berjalan efektif,” kata Menko Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Selain itu ia mengajak pihak eksekutif, legislatif, bank sentral, perbankan dan asosiasi, bursa efek, para ekonom, dan media menjadikan momen kebersamaan dalam halal bihalal untuk kembali menguatkan koordinasi dan kekompakan.

Menko Airlangga turut mengapresiasi dukungan dari BI dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional guna mewujudkan pertumbuhan dan stabilitas perekonomian yang positif dan berkualitas.

Baca juga: Menko Airlangga: Ekonomi RI tumbuh 5 persen, ungguli AS dan China

Beberapa program kerja sama antara pemerintah dan BI yakni program burden sharing melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) antara BI dan pemerintah, Program Tim Pengendalian Inflasi Nasional yang terus berperan dalam menjaga stabilitas harga, serta inovasi-inovasi dalam sistem pembayaran digital yang sangat bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Tentu hal ini akan meningkatkan laju perputaran ekonomi nasional yang akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia," ungkap dia.

Ia pun berharap kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini agar diperkuat karena sudah banyak tantangan dan risiko bidang ekonomi keuangan di depan mata, baik dari pandemi COVID-19 yang belum usai maupun dampak dari konflik geopolitik.

Menanggapi hal tersebut Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan apresiasi atas koordinasi dan sinergi yang terjalin kuat antara BI dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selama ini.

“Terima kasih atas kepemimpinan Bapak Menko yang sangat kuat dan koordinasi sinergi kita yang sangat-sangat erat antar pemerintah dan berbagai pihak. Kami siap terus mendukung memulihkan ekonomi dan menjaga stabilitas, serta siap untuk berkoordinasi lebih erat lagi,” ujar Perry.

Baca juga: BI: Kebijakan moneter 2022 akan lebih mendukung stabilitas ekonomi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel