Airlangga Undang Investasi Manfaatkan UU Cipta Kerja hingga INA

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan situasi pandemi COVID-19 di Indonesia saat ini mulai membaik. Selain, angka persentase kasus aktif dan tingkat kesembuhan yang sudah lebih tinggi dari rata-rata global, RI kini punya UU Cipta kerja dan Indonesia investment authority guna mendorong pemulihan ekonomi.

Karena itu dia menegaskan, Pemerintah optimistis tahun ini menjadi titik balik berbagai permasalahan akibat pandemi COVID-19. Khususnya ekonomi RI bisa cepat terakselerasi sesuai dengan target Pemerintah.

"Ekonomi Indonesia diproyeksikan kembali pulih di kisaran antara 4-5,5 persen di tahun ini," ujar Airlangga mewakili Presiden Joko Widodo saat memberi sambutan dalam acara Webinar Indonesia Data and Economic Conference IDE 2021 dengan tema "Reimagining the future of Indonesia", Senin 22 Maret 2021.

Baca juga: Rupiah Berfluktuasi Awal Pekan Ini Dibayang Tekanan Ekonomi AS

Airlangga optimistis, peningkatan konsumsi, investasi, dan ekspor akan terus terjadi tahun ini. Hal tersebut sejalan dengan kelanjutan program pemulihan ekonomi nasional serta implementasi UU Cipta Kerja.

Upaya tersebut lanjut Airlangga, didukung oleh program vaksinasi dan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro. PPKM mikro saat ini dilakukan di 15 provinsi.

"Program pemulihan ekonomi nasional ditingkatkan anggarannya menjadi Rp699,43 triliun atau sekitar Rp49,6 miliar. Jumlah ini naik 21 persen dibandingkan realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional di tahun 2020," ujar Airlangga.

"PPKM Mikro terbukti telah berhasil menurunkan angka kasus aktif, tingkat kematian, serta berhasil meningkatkan tingkat kesembuhan," tambahnya.

Airlangga menjelaskan, upaya reformasi struktural di Indonesia guna menarik investasi salah satunya dilakukan melalui UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. UU ini menjadi jembatan antara program penanganan COVID-19 jangka pendek dan reform struktural di jangka panjang.

Karena itu dia, mengimbau para pemangku kepentingan memafaatkan UU Cipta Kerja itu untuk menggelontorkan investasi baru atau meningkatkan bisnisnya di Indonesia saat ini. Sehingga pada akhirnya pemuliahan ekonomi nasional bisa terakselerasi.

"Pemerintah mengharapkan partisipasi dari para stakeholder. Pemerintah akan selalu membutuhkan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa kebijakan dapat dilaksanakan dengan baik," kata Airlangga.

Apalagi menurutnya, Pemerintah juga telah mengesahkan berbagai regulasi turunan UU Cipta Kerja agae bisa cepat diimplementasikan. Salah satunya soal ketenagakerjaan terkait dengan penggunaan tenaga kerja asing, pengupahan, perjanjian kerja, dan pelaksanaan asuransi jaminan kehilangan pekerjaan.

RI menurut Airlangga, kini juga telah memiliki Indonesia investment authority atau INA sebagai alternatif pembiayaan jangka panjang. Dengan demikian berbagai upaya tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemangku pihak terkait.

Terkait pemberdayaan UMKM, Airlangga mengarakan, UU Cipta Kerja memberikan banyak fasilitas guna menodorngnya cepat naik kelas. Manfaat UU Cipta kerja bagi UMKM antara lain kemudahan untuk melakukan perizinan usaha dengan hanya pendaftaran, memperoleh sertifikasi halal secara gratis, dan pendirian perusahaan atau PT bisa satu orang dengan modal yang ditentukan sendiri.

"Melalui UU Cipta Kerja pemerintah memberikan fasilitas perlindungan, pemberdayaan, insentif serta pembiayaan bagi usaha mikro kecil. Seperti diketahui, UMKM memiliki peran sentral di dalam perekonomian," tambahnya.