Airlangga Yakin Ekonomi RI Kuartal II-2021 Bisa Tumbuh 7,8 Persen

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah semakin yakin, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melesat pada kuartal II-2021. Ini didasari oleh tren pemulihan ekonomi nasional yang terus terjaga meskipun pada kuartal I-2021 masih di zona kontraksi dengan minus 0,74 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dengan basis data pada kondisi ekonomi kuartal I-2021 tersebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2021 bisa lompat ke posisi 6,9-7,8 persen.

"Kenapa pemerintah yakin bahwa kita bisa tumbuh di kuartal II lebih baik tentu kita lihat berdasarkan chart yang ada kuartal II tahun lalu basenya relatif rendah," kata dia saat konferensi pers, Rabu, 5 Mei 2021.

Baca juga: Anindya Bakrie Beri Motivasi Anak Yatim Piatu dan Santri di Yogyakarta

Airlangga menjelaskan berdasarkan produk domestik bruto (PDB) harga konstan pada kuartal I-2021 ini yang sebesar Rp2.703,1 triliun mendekati dengan posisi kuartal I-2020 sebesar Rp2.703,1 triliun. Sedangkan, kuartal II-2020 jatuh dalam ke posisi Rp2.589,8 triliun.

"Sehingga tentu ini sangat rendah dan apabila PDB kita harga konstan sama saja dengan yang dilakukan di kuartal I maka dia sudah melompat 5,26 persen. Oleh karena itu pemerintah confident angka 6,9 atau 7,8 persen tercapai di kuartal II," tuturnya.

Airlangga merincikan, konsumsi rumah tangga pada kuartal II akan tumbuh 6,9-7,9 persen dibanding kuartal I-2021 yang minus 2,23 persen. Demikian pula dengan investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) menjadi 6,4-8,3 persen dari minus 0,23 persen.

Adapun untuk konsumsi pemerintah dipastikan Ketua Umum Partai Golkar ini akan mampu tumbuh sangat tinggi pada kuartal II-2021. Pertumbuhannya menjadi di kisaran 7,6-7,9 persen dari realisasi kuartal I-2021 sebesar 2,96 persen.

Sementara itu, untuk ekspor diperkirakannya akan tumbuh double digit di posisi 10,5-12 persen pada kuartal II-2021 dari kuartal I-2021 sebesar 6,74 persen. Sedangkan impor tumbuh 9,5-14 persen dari kuartal I sebesar 5,27 persen.

Perkiraan data-data ini dikatakannya berdasarkan indikator Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur yang sudah ke level ekspansi 54,5, neraca perdagangan surplus US$5,52 miliar kuartal I-2021 dan inflasi terjaga di level sekitar 1,4 persen.

"Pertumbuhan belanja terjadi lonjakan April. Belanja nasional tumbuh 32,48 persen dan kita bisa lihat dari penggunaan kartu kredit, ATM dan lainnya sudah mencapai Rp668,7 triliun demikian pula kit monitor digital banking suda Rp3.025,6 triliun," tegasnya.