Airport Tax Bandara Soekarno-Hatta Naik Awal Agustus

Merdeka.com - Merdeka.com - Bandara internasional Soekarno-Hatta akan memberlakukan kenaikan tarif pelayanan jasa penumpang perawatan udara (PJP2U) atau airport tax pada awal Agustus 2022. Kenaikan ini direalisasikan setelah tertunda setelah dua tahun masa pandemi Covid-19.

Executive General Manager (EGM) Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi menerangkan bahwa dalam aturan baru PJP2U berdasarkan keputusan Kementerian Perhubungan RI.

"Rencananya penyesuaian tarif diberlakukan 1 Agustus yang akan datang," kata Agus di Terminal 3, Selasa (19/7).

Sosialisasi Satu Bulan

Berdasarkan aturan, operator Bandara Soekarno-Hatta diminta melakukan sosialisasi penyesuaian tarif itu kepada maskapai dan penumpang pesawat. Kegiatan ini dilakukan selama 30 hari atau satu bulan sejak ditetapkannya ketentuan penyesuaian tarif.

Menurut Agus, penyesuaian airport tax bukan hanya berlaku di Bandara Soekarno-Hatta, tapi juga di beberapa bandara komersial lainnya. Dia memastikan kalau kenaikan tarif itu juga telah lama direncanakan oleh operator dan regulator.

"Sebenarnya bukan hanya di Soetta, tapi di beberapa bandara lain. Ini sebenarnya adalah penyesuaian cukup lama diusulkan tetapi regulator yakni Kemenhub, baru bisa merilis setelah Covid agak mereda. Jadi dua tahun lalu, bersamaan dengan terminal 1 ini sudah kami usulkan, karena bersamaan dengan Covid-19, kemudian dengan pertimbangan tertentu akhirnya ditunda dan diberlakukan Juli ini," katanya.

Kenaikan Bervariasi

Kenaikan airport tax di Bandara Soekarno Hatta bervariasi. Penyesuaiannya didasarkan pada penghitungan investasi dan layanan yang dilakukan operator.

"Kenaikan bervariasi, kalau di terminal 3 baik domestik dan internasional ada kenaikan, tapi tidak signifikan. Menurut kami berdasarkan investasi dan layanan sudah dihitung, kemudian terminal 2 juga disesuaikan istilahnya," ucap dia.

"Terminal 1 sudah dinaikkan dua tahun lalu. Karena kita tahu terminal 1 tidak dioperasikan karena Covid-19, sehingga kemudian hampir belum berlaku, ketika 1 April kemarin dipergunakan kembali oleh Sriwijaya, Nam Air dan Air Asia, mereka sudah berlaku juga tarif baru sebesar Rp100 ribu," jelasnya.

Agus mengklaim penyesuaian airport tax diimbangi dengan peningkatan layanan kepada penumpang dan pengguna jasa kebandarudaraan.

"Yaitu APMS atau sky train yang selama ini di nonaktifkan kini dihidupkan kembali, kemudian seluruh mode operasi maupun mode pelayanan kami buat mode 100 persen misalnya pendingin udara dan sebagainya," ungkap Agus. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel