Ajak Anak Buah Terapkan Merdeka Belajar, Menhub: Harus Out of the Box

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Disrupsi teknologi digital adalah era terjadinya inovasi dan perubahan besar-besaran secara fundamental karena hadirnya teknologi digital, sehingga mengubah sistem yang terjadi di Indonesia maupun secara global.

Melihat hal tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mengatakan kita harus bersiap menghadapi perubahan besar itu, khususnya untuk insan perhubungan di bidang pendidikan dituntut harus berpikir di luar silabus atau out of the box.

“Kita mendapat kemudahan dari itu, karenanya kita ingin sekali bahwa Insan Perhubungan khususnya yang di pendidikan ini harus Out of the Box. Harus berpikir tidak pada silabus saja,” kata Menhub Budi dalam Webinar BPSDMP Talkshow Series #1, Sabtu (15/1/2022).

Menurutnya, di era disrupsi ini banyak perubahan yang terjadi begitu cepat dan perubahan itu terkadang tidak disangka. Sehingga, apabila tidak mempersiapkan diri lebih awal maka akan tertinggal.

Oleh karena itu, dalam mengembangkan sumber daya manusia perhubungan, pihaknya melalui BPSDM menerapkan konsep Merdeka Belajar. Merdeka Belajar merupakan konsep yang dibuat agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing.

“Kita nanti memperkenalkan pada bagaimana Merdeka belajar itu diterapkan dan ketertinggalan kita apabila ada, itu insya Allah bisa dilakukan. Ini menjadi tuntutan bagi kita bukan dunia pendidikan di tingkat pusat saja,” ucapnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Konsep Merdeka Belajar

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengapresiasi Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang telah meluncurkan aplikasi “Charge.In”.  (Foto: Kemenhub)
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengapresiasi Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang telah meluncurkan aplikasi “Charge.In”. (Foto: Kemenhub)

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan, Capt. Antoni Arif Priadi, mengatakan, konsep Merdeka Belajar memang telah diimplementasikan sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

“Saya selaku pembantu Pak Menteri adalah menerapkan mengimplementasikan apa yang menjadi arahan Presiden juga sebenarnya. Di BPSDMP dengan 22 perguruan tinggi, dengan disrupsi dan adanya covid-19, digitalisasi sudah kita mulai pembelajaran secara daring,” ucap Antoni.

Semuanya kegiatan proses pendidikan, mulai dari pendaftaran sampai dengan wisuda telah ada perubahan yang menerapkan sistem IT. Sementara, terkait Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) menjadi tantangan baru bagi BPSDMP.

“Karena selama ini kita selalu berpikir bahwa kita ini sekolah vokasi yang kalau mau dilatih jadi pilot ya jadi pilot. Tapi sekarang boleh juga jadi pengusaha yang punya pesawatnya. Nah ini yang kita coba akan kembangkan,” pungkas Antoni.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel