Ajak Anak Lebih Peduli Lingkungan, Saatnya Menceritakan Dampak Perubahan Iklim

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Sikap peduli pada lingkungan memang sebaiknya diajarkan sejak dini, termasuk anak-anak yang kini duduk di bangku kelas 5 SD. Mungkin tak mudah karena harus memilah kata-kata yang mudah dipahami oleh mereka. Untungnya, di program Belajar dari Rumah Episode 47 kali ini, Kak Evan akan menceritakan soal dampak perubahan iklim akibat meningkatnya emisi karbon.

Dampak Nyata Perubahan Iklim

(c) Kemendikbud
(c) Kemendikbud

Penggunaan bahan bakar fosil memang penting bagi kelangsungan hidup manusia, dari bahan bakar kendaraan hingga bahan pembuatan lilin dan aspal. Tapi di sisi lain, polusi asap kendaraan bermotor maupun pabrik juga menjadi salah satu penyebab perubahan iklim.

Agar anak-anak bisa lebih memahami dampaknya, coba tunjukkan kisah beruang kutub yang kurus dan kelaparan, saat bukit es tempat tinggalnya terus mencair dan membuatnya sulit menemukan makanan. Begitu juga foto terumbu karang di dalam laut yang dulunya berwarna-warni berubah memucat, bahkan kini sulit menemukan beberapa jenis ikan akibat suhu air laut yang terus meningkat.

Terjadinya Efek Rumah Kaca

(c) Kemendikbud
(c) Kemendikbud

Setelah menyimak beberapa dampak perubahan lingkungan, sekarang ajak anak memahami penyebabnya, seperti emisi atau gas buang yang berasal dari pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor.

Salah satu jenis gas yang paling banyak ditemukan pada asap kendaraan adalah karbon dioksida atau CO2. Dalam setiap satu liter bensin, pembakarannya bisa menghasilkan lebih dari 2 kilogram CO2. Sayangnya, jumlah emisi karbon di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2017 misalnya, jumlah emisi dari pembakaran bensin kendaraan bermotor mencapai 135 juta ton.

Asap kendaraan dan pabrik ini akan berkumpul di atmosfer dan menyebabkan efek rumah kaca, yang dikenal juga sebagai pemanasan global. Suhu bumi yang terus meningkat ini akan memicu mencairnya es di kutub, sehingga membuat permukaan air laut naik dan menenggelamkan beberapa daratan rendah.

Memahami Beda Kalimat Fakta dan Opini

(c) Kemendikbud
(c) Kemendikbud

Di Episode 47, Profesor Kata kali ini akan mengisi segmen Kata Baruku dengan mengajak para siswa kelas 5 untuk membedakan kalimat fakta dan opini. Ciri kalimat fakta yang pertama bisa dibuktikan kebenarannya dan juga didukung data yang akurat baik waktu, tanggal, tempat, dan sumber yang terpercaya. Bukan hanya itu saja, kalimatnya pun bersifat objektif dan tidak memihak.

Sebaliknya, kalimat opini biasanya sulit dibuktikan kebenarannya, karena hanya berisi pendapat atau pemikiran seseorang. Cara mudah untuk mengenalinya adalah melihat adanya diksi seperti ‘bisa jadi’,’sepertinya’, ‘mungkin’, ‘seharusnya’, atau ‘sebaiknya’.

Jangan lupa juga untuk mencoba menjawab soal berhitung dan melanjutkan proyek kreatif mingguan dalam memanfaatkan data proses pembentukan bahan bakar fosil ke dalam inforgrafis. Tahu banyak hal, dukung anak-anak terutama siswa kelas 5 untuk tetap semangat meskipun belajar dari rumah. Caranya, temani mereka untuk selalu menonton tayangan Belajar dari Rumah, yang ditayangkan di TVRI setiap hari pukul 10.30-11.00 WIB. (*/eth)